Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Di tengah gempuran tren modernisasi dan digitalisasi estetika restoran di pusat perbelanjaan, PT Selera Nikmat Nusantara justru mengambil langkah berbeda dalam memperluas jaringan Bakoel Bamboe. Perusahaan memilih memperkuat identitas visual tradisional sebagai strategi diferensiasi untuk menghadapi dinamika pasar kuliner tahun 2026 yang mulai melandai.
Direksi PT Selera Nikmat Nusantara, Ivann Edward, mengungkapkan bahwa fokus utama brand saat ini adalah menghadirkan "suasana desa" sebagai penawar kejenuhan masyarakat perkotaan. Menurutnya, modernisasi yang terlalu masif di sektor F&B terkadang hanya menjadi polesan visual yang mengabaikan aspek kenyamanan emosional konsumen.
"Banyak yang fokus pada modernisasi, tapi kami tidak. Kami ingin membawa suasana kampung ke tengah kota melalui konsep saung dan jerami. Di tengah tekanan gaya hidup modern, konsumen sebenarnya mencari tempat untuk release dan merasa nyaman. Inilah yang membedakan kami dari kompetitor," ujar Ivann di Bekasi, Jumat (13/3).
Selain strategi konsep, Ivann juga memaparkan realitas operasional di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kehadiran Bakoel Bamboe di IKN disebut sebagai bentuk dukungan terhadap pemindahan ASN, menyusul permintaan langsung dari regulator untuk menyediakan fasilitas pangan yang memadai.
Namun, Ivann mengakui adanya tantangan besar dalam menjaga keterjangkauan harga di wilayah baru tersebut. "Di IKN, kami melakukan penyesuaian konsep agar lebih affordable tanpa menurunkan kualitas. Isu logistik dan mobilitas masyarakat di sana menuntut kami untuk lebih adaptif dalam operasional harian," jelasnya.
Bergabungnya Chef Marinka, seorang celebrity chef yang dikenal luas dengan integritas dan dedikasinya di dunia kuliner, menjadi langkah strategis bagi Bakoel Bamboe untuk memperkuat identitas brand. Hadirnya Chef Marinka pun diharapkan tidak hanya memperkaya inovasi menu, tetapi juga menghadirkan karakter kuat yang mampu meningkatkan brand visibility serta mempererat hubungan emosional antara Bakoel Bamboe dan para pelanggannya.
Menanggapi tren perusahaan F&B yang mulai melantai di bursa saham, Ivann mengungkapkan bahwa PT Selera Nikmat Nusantara sempat memproses rencana Initial Public Offering (IPO). Namun, rencana tersebut diputuskan untuk ditunda (delay) karena mempertimbangkan dinamika pasar modal dan regulasi keuangan saat ini.
"Kami sempat mendaftar, namun melihat kondisi pasar dan beberapa syarat dari OJK, kami memutuskan untuk menahan diri dulu sampai kondisi keuangan Indonesia benar-benar stabil. Kami memilih bersikap wait and see," tambah Ivann.
Secara bisnis, ia mengakui bahwa performa pasar tahun ini memang tidak setinggi tahun sebelumnya. Meski demikian, optimisme ekspansi tetap terjaga dengan rencana pembukaan cabang baru di Surabaya dan Palangkaraya guna melengkapi dominasi brand di seluruh provinsi di Kalimantan. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved