Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ramen Jepang Kian Serius Beradaptasi di Indonesia: Antara Keaslian Rasa dan Tantangan Sertifikasi Halal

Muhammad Ghifari A
27/11/2025 19:18
Ramen Jepang Kian Serius Beradaptasi di Indonesia: Antara Keaslian Rasa dan Tantangan Sertifikasi Halal
Industri kuliner Jepang di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan.(MI/Muhammad Ghifari A)

INDUSTRI kuliner Jepang di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Setelah gelombang restoran udon dan sushi yang lebih dulu populer, kini ramen kembali menjadi salah satu kategori yang mengalami lonjakan minat, terutama pada konsep ramen dengan kuah lebih ringan dan ramah bagi konsumen.

Menurut General Manager of Operations PT Sriboga Matahari Nusantara, Andrias Chandra, perkembangan ini dipicu oleh semakin terbukanya masyarakat Indonesia terhadap cita rasa Jepang.

“Kompetisinya besar, tapi itu artinya demand juga besar. Masyarakat Indonesia cocok dengan masakan Jepang,” ujarnya dalam pembukaan Zundo-ya Gandaria City (27/11).

Adaptasi Antara Asin Jepang dan Lidah Indonesia

Salah satu tantangan terbesar dalam membawa ramen Jepang ke Indonesia adalah perbedaan karakter rasa, terutama tingkat keasinan serta intensitas kaldu. Chef Zundo-ya, Masanao Takeda, yang terlibat dalam pengembangan resep, menjelaskan bahwa ramen tradisional Jepang kerap dinilai kurang kuat oleh lidah Indonesia, sementara beberapa varian justru dianggap terlalu asin.

Karena itu, proses pengembangan resep melibatkan banyak tahapan testing untuk menemukan titik keseimbangan. “Kami menyeimbangkan antara asin khas Jepang dan preferensi masyarakat Indonesia. Yang penting otentiknya tetap ada,” ujar Andrias.

Ramen Zundo-ya yang hadir di Indonesia kini turut memperkenalkan karakter kuah yang lebih silky dan smooth, berbeda dari tren ramen berat yang sebelumnya mendominasi pasar. Pendekatan ini memungkinkan konsumen menikmati ramen lebih sering tanpa merasa cepat enek.

Teknik Memasak Jadi Kunci, Bukan Bahan Impor

Meski banyak restoran Jepang mengandalkan bahan impor, Andrias menegaskan bahwa keaslian ramen tidak semata-mata ditentukan oleh bahan dari luar negeri, melainkan oleh teknik memasaknya. Di Jepang, ramen memiliki tiga komponen utama:

  • Kaldu dasar
  • Tare atau seasoning base
  • Aromatic oil

Kombinasi ketiganya menciptakan rasa yang kompleks. Di Indonesia, seluruh bahan dasar sebenarnya dapat diperoleh secara lokal, sementara teknik memasaknya tetap mengikuti standar Jepang.

Beberapa restoran bahkan mendatangkan peralatan khusus, misalnya pot berukuran besar untuk proses simmering kaldu, yang menjadi ciri khas ramen autentik.

Lonjakan Minat dan Tantangan Halal

Andrias melihat pasar ramen di Indonesia masih sangat menjanjikan, meski kompetisinya semakin padat. Pertumbuhan kelas menengah memberikan peluang besar bagi restoran Jepang untuk memperluas segmennya.

“Selama ekonomi makro Indonesia kuat, bisnis F&B akan ikut tumbuh. Masyarakat kita semakin sering mencari pengalaman kuliner baru,” katanya.

Di sisi lain, sertifikasi halal kini menjadi faktor penting untuk menjangkau lebih banyak konsumen. Sejumlah brand ramen Jepang mulai menyesuaikan resep dan proses dapur agar memenuhi standar halal di Indonesia, langkah yang dahulu dianggap rumit, namun kini menjadi kebutuhan utama. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya