Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Kentang mustofa adalah camilan yang tak asing di lidah orang Indonesia. Irisan kentang tipis yang digoreng renyah, dibalut bumbu balado pedas manis, menjadikannya teman makan yang sempurna, baik dengan nasi hangat maupun sebagai kudapan santai. Tapi, tahukah kamu dari mana asal usul kentang mustofa? Camilan sederhana ini punya cerita yang kaya, berakar dari dapur istana di era Presiden Soekarno. Yuk, kita telusuri sejarahnya!
Sebelum masuk ke cerita sejarahnya, mari kenali dulu apa itu kentang mustofa. Makanan ini terbuat dari kentang yang diiris sangat tipis, mirip korek api, lalu digoreng hingga kering dan renyah. Setelah itu, kentang dicampur dengan bumbu balado yang terdiri dari cabai, bawang, gula, dan bumbu lain yang memberikan rasa pedas, manis, dan gurih. Teksturnya yang renyah dan rasanya yang nendang membuatnya jadi favorit banyak orang, dari warung makan hingga meja makan rumah tangga.
Namun, yang membuat kentang mustofa istimewa bukan hanya rasanya, melainkan cerita di balik namanya. Banyak yang mengira nama "Mustofa" berasal dari pengaruh Timur Tengah, tapi ternyata ini adalah kisah lokal yang sangat Indonesia. Penasaran? Ayo kita gali lebih dalam!
Untuk memahami asal usul kentang mustofa, kita harus kembali ke era 1950-an, tepatnya di Istana Cipanas, Bogor. Saat itu, Presiden Soekarno, atau yang akrab disapa Bung Karno, sering menginap di istana ini untuk beristirahat. Di dapur istana, ada seorang koki bernama Opo Mustofa. Ia dikenal sebagai juru masak yang kreatif dan hemat, selalu berusaha memanfaatkan bahan makanan agar tidak terbuang sia-sia.
Suatu hari, setelah menyiapkan hidangan utama untuk presiden dan tamunya, Opo Mustofa menemukan sisa potongan kentang yang terlalu kecil untuk dijadikan menu utama. Daripada membuangnya, ia punya ide cemerlang. Kentang-kentang itu diiris tipis-tipis, digoreng hingga kering, lalu dibumbui dengan rempah balado yang kaya rasa. Hasilnya? Camilan renyah yang belum pernah ada sebelumnya!
Ketika hidangan ini disajikan, Bung Karno langsung terpikat. Konon, ia sangat menyukai rasa pedas dan tekstur renyahnya. Setiap kali makan, ia sering bertanya, "Mana kentang Mustofa?" Dari situlah nama camilan ini lahir, mengabadikan nama sang koki, Opo Mustofa. Cerita ini menunjukkan bahwa asal usul kentang mustofa bukanlah kebetulan, melainkan hasil kreativitas seorang koki yang ingin memanjakan lidah presiden.
Kentang mustofa bukan sekadar camilan biasa. Ia mencerminkan semangat inovasi dan hemat ala orang Indonesia. Dari sisa bahan makanan, Opo Mustofa berhasil menciptakan hidangan yang disukai oleh pemimpin negara. Di era itu, kentang mustofa menjadi menu spesial di istana, sering disajikan saat acara makan resmi atau santai bersama tamu penting.
Seiring waktu, resep ini menyebar ke luar istana. Masyarakat mulai membuat versi mereka sendiri, dan kentang mustofa menjadi populer di berbagai daerah. Nama "Mustofa" tetap melekat, meski banyak yang tidak tahu cerita di baliknya. Bahkan, ada yang mengira nama ini terkait dengan budaya Arab karena kata "Mustofa" terdengar eksotis. Padahal, ini adalah kisah asli Sunda yang lahir dari dapur istana!
Ingin mencoba membuat kentang mustofa di rumah? Tenang, resepnya cukup sederhana dan cocok untuk pemula. Berikut bahan dan langkah-langkahnya:
Ada beberapa hal seru tentang kentang mustofa yang mungkin belum kamu tahu:
Kentang mustofa punya daya tarik universal. Rasanya yang pedas manis cocok untuk segala usia, dan teksturnya yang renyah bikin ketagihan. Selain itu, harganya terjangkau dan mudah dibuat dalam jumlah besar, menjadikannya pilihan populer untuk acara keluarga atau sekadar camilan di rumah. Cerita asal usul kentang mustofa juga menambah nilai historis, membuatnya lebih dari sekadar makanan—ia adalah bagian dari warisan kuliner Indonesia.
Asal usul kentang mustofa adalah bukti bahwa makanan sederhana bisa punya cerita luar biasa. Dari dapur istana di Cipanas hingga meja makan di seluruh Indonesia, kentang mustofa adalah simbol kreativitas dan keberlanjutan. Opo Mustofa mungkin tak pernah menyangka bahwa ciptaannya akan jadi legenda, tapi itulah keajaiban kuliner: ia menyatukan sejarah, rasa, dan kenangan.
Jadi, lain kali kamu menikmati kentang mustofa, ingatlah cerita Opo Mustofa dan Bung Karno.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved