Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Tips Sehat Lansia Berpuasa, Direktur RSU Assakinah Medika Ingatkan Batasan Natrium dan Manajemen Gula

Hery Susetyo
26/2/2026 22:20
Tips Sehat Lansia Berpuasa, Direktur RSU Assakinah Medika Ingatkan Batasan Natrium dan Manajemen Gula
Ilustrasi(Freepik.com)

MENJALANKAN ibadah puasa bagi lanjut usia (lansia) memerlukan perhatian khusus terkait pola makan dan kondisi kesehatan fisik. Direktur RSU Assakinah Medika Sidoarjo dr Adhi Candra Qomaruzzaman, menekankan pentingnya klasifikasi kondisi kesehatan lansia dalam mengatur asupan nutrisi selama bulan Ramadan.

Menurut dr Adhi, secara medis, lansia dibagi menjadi dua kategori utama, yakni lansia sehat dan lansia dengan penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes. Bagi lansia sehat, fokus utama adalah pemenuhan kalsium dan protein untuk menjaga kekuatan otot dan tulang, yang bisa didapatkan dari putih telur serta makanan bergizi lainnya.

Konsumsi Pisang Turunkan Tekanan Darah

Bagi lansia yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi, dr Adhi memberikan peringatan keras untuk menghindari natrium atau garam. Konsumsi makanan asin dan gurih diketahui dapat memicu kenaikan tekanan darah secara signifikan.

"Hindari makanan asin. Sebagai gantinya, konsumsi pisang secukupnya atau jus semangka tanpa gula saat berbuka dapat membantu menurunkan tekanan darah," tegas dr Adhi.

Sementara itu, bagi penderita diabetes (kencing manis), manajemen gula adalah kunci utama. Lansia dalam kategori ini wajib menghindari gula putih, gula pasir, dan minuman kemasan. Batas aman konsumsi gula harian bagi mereka berada di rentang 25 hingga 40 miligram.

Sebagai solusi, dr Adhi menyarankan penggunaan gula stevia yang mampu memberikan rasa manis tanpa meningkatkan kadar gula darah. Selain itu konsumsi obat-obatan rutin harus tetap dijaga sesuai anjuran dokter.

Hindari Kafein saat Sahur

Terkait kebiasaan minum kopi dan teh, dr Adhi membolehkan konsumsi maksimal dua cangkir kecil espresso tanpa gula guna menunjang kinerja jantung. Namun, ia sangat tidak menyarankan konsumsi kafein saat waktu sahur.

"Kopi dan teh bersifat diuretik, yang menarik cairan tubuh dan mengeluarkannya lewat urin. Jika diminum saat sahur, lansia akan lebih cepat mengalami dehidrasi dan rasa haus di siang hari," kata dr Adhi. 

Kedisiplinan dalam menjaga pola makan bagi lansia yang menjalankan ibadah puasa bukan sekadar anjuran, melainkan keharusan medis. Dr Adhi memperingatkan adanya dampak kesehatan langsung bagi lansia yang nekat melanggar pantangan makanan, terutama bagi penderita hipertensi dan diabetes. Lansia dengan riwayat darah tinggi yang tetap mengonsumsi makanan asin atau gurih berisiko mengalami gangguan metabolisme yang bermanifestasi pada fisik. 

"Dampak yang paling sering terlihat adalah kaki menjadi sering bengkak dan muncul rasa sesak napas atau ngos-ngosan," ujar dr Adhi. 

Kondisi serupa juga mengancam lansia penderita diabetes. Jika mereka tidak patuh mengonsumsi obat dan tetap mengonsumsi makanan manis saat sahur, tubuh akan mengalami penurunan stamina yang drastis. Pasien cenderung akan merasa letih, lesu, dan lemah (L3), yang menyebabkan mereka hanya ingin tidur sepanjang hari dan kehilangan tenaga untuk beraktivitas menjelang siang hari.

Dalam kesempatan tersebut, dr Adhi juga mengoreksi kebiasaan masyarakat yang sering meminum kopi di waktu mepet berakhirnya sahur atau injure time. Ia menegaskan bahwa kafein memiliki sifat adiktif yang mirip dengan nikotin pada rokok, namun efek sampingnya saat puasa sangat merugikan bagi lansia.

"Kopi dan teh bersifat menarik cairan dalam tubuh. Jika dikonsumsi saat sahur, apalagi sebagai pembuka atau tanpa makan terlebih dahulu, akan memicu frekuensi buang air kecil yang tinggi," jelasnya.

Bagi lansia yang sudah terbiasa mengonsumsi kafein, dr Adhi menyarankan agar waktu minum kopi digeser ke malam hari setelah berbuka puasa. Ia juga menekankan pentingnya mengonsumsi makanan utama terlebih dahulu sebelum meminum kopi untuk menjaga lambung. Serta sangat dianjurkan untuk tidak menambahkan gula pasir guna menjaga kadar gula darah tetap stabil. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya