Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
Selama ini, olahraga identik dengan kesehatan jantung dan bentuk tubuh yang ideal. Namun, riset medis terbaru di tahun 2026 menunjukkan bahwa manfaat terbesar dari aktivitas fisik justru dirasakan oleh otak. Olahraga bukan sekadar cara membakar kalori, melainkan instrumen biologis untuk memicu produksi protein pelindung saraf yang mampu menangkal demensia dan penyakit Alzheimer.
Penurunan kognitif sering kali dimulai secara perlahan tanpa disadari. Dengan memilih jenis olahraga yang tepat, Anda tidak hanya memperkuat otot, tetapi juga membangun "benteng" kognitif yang akan melindungi ingatan Anda hingga puluhan tahun mendatang.
Saat kita bergerak, otot melepaskan molekul sinyal yang disebut exerkines ke dalam aliran darah. Salah satu yang paling krusial adalah BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor). Protein ini berfungsi seperti "pupuk" bagi otak, yang membantu pertumbuhan sel saraf baru dan memperkuat sinapsis atau jalur komunikasi antar-sel.
Individu yang melakukan aktivitas fisik secara rutin memiliki volume hipokampus (pusat memori di otak) yang lebih besar 2-3% dibandingkan mereka yang bergaya hidup sedenter (malas bergerak).
Aktivitas seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang adalah cara paling efektif untuk meningkatkan aliran darah ke otak. Oksigenasi yang maksimal membantu membersihkan plak amiloid, yaitu protein beracun yang sering ditemukan pada penderita Alzheimer.
Latihan beban memicu pelepasan hormon IGF-1 yang mendukung kelangsungan hidup neuron. Studi menunjukkan bahwa latihan beban dua kali seminggu dapat memperlambat atrofi (penyusutan) otak pada area yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan fungsi eksekutif.
Jenis olahraga seperti Tai Chi, Yoga, atau menari memerlukan koordinasi mata, tangan, dan kaki yang kompleks. Ini memaksa otak untuk terus belajar dan beradaptasi (neuroplastisitas).
Metode ini menggabungkan aktivitas fisik dengan tugas mental. Misalnya, berjalan kaki sambil menyusun rencana harian atau bermain tenis yang membutuhkan strategi cepat. Latihan ini meningkatkan cadangan kognitif lebih efektif daripada olahraga tunggal.
| Hari | Aktivitas |
|---|---|
| Senin & Kamis | Jalan Cepat atau Bersepeda (30 Menit) |
| Selasa & Jumat | Latihan Beban/Ketahanan (20 Menit) |
| Sabtu | Olahraga Sosial (Tenis, Menari, atau Bulu Tangkis) |
| Rabu & Minggu | Pemulihan Aktif (Yoga atau Jalan Santai) |
Jalan kaki sangat baik, namun menambah kecepatan hingga napas sedikit terengah-engah memberikan dampak perlindungan otak yang lebih kuat daripada sekadar jalan santai tanpa peningkatan detak jantung.
Olahraga pagi hari sering disarankan karena meningkatkan ketajaman kognitif untuk sisa hari tersebut, namun konsistensi lebih penting daripada waktu spesifik dalam sehari.
Ya, aktivitas fisik terbukti dapat meningkatkan plastisitas otak bahkan pada individu yang sudah menunjukkan gejala awal penurunan kognitif ringan (Mild Cognitive Impairment).
Mencegah demensia bukan hanya tentang mengisi teka-teki silang, tetapi juga tentang seberapa aktif otot Anda bergerak. Dengan mengombinasikan latihan aerobik, latihan beban, dan tantangan koordinasi, Anda memberikan perlindungan menyeluruh bagi otak dari ancaman penuaan dini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved