Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Terapi Laser EVLA Atasi Varises Tanpa Rawat Inap

Putri Anisa Yuliani
15/2/2026 22:20
Terapi Laser EVLA Atasi Varises Tanpa Rawat Inap
Klinik Indonesia Vein Center memperkenalkan teknologi penanganan varises minimal invasif melalui metode Endovenous Laser Ablation (EVLA) .(Dok.Istimewa)

KLINIK Indonesia Vein Center memperkenalkan teknologi penanganan varises minimal invasif melalui metode Endovenous Laser Ablation (EVLA) dalam workshop bertajuk Efisiensi dan Presisi Penanganan Varises dengan Laser: Solusi Minimal Invasif Masa Kini. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi tenaga medis dan masyarakat mengenai terapi varises modern tanpa operasi besar dan tanpa rawat inap.

Workshop menghadirkan dokter spesialis bedah subspesialis vaskular dan endovaskular yang membahas pendekatan komprehensif penanganan varises, mulai dari terapi konservatif hingga prosedur laser terkini.

Dokter spesialis bedah vaskular, Harsya Dwindaru Gunardi, menegaskan bahwa tidak semua pasien varises memerlukan tindakan invasif. “Tidak semua kasus varises harus langsung ditangani dengan tindakan invasif. Terapi konservatif seperti perubahan gaya hidup, penggunaan stoking kompresi, serta edukasi pasien tetap menjadi fondasi utama dalam penanganan CVI,” ujarnya.

Varises terjadi akibat pelebaran vena dan kerusakan katup pembuluh darah yang menghambat aliran balik darah ke jantung. Kondisi ini umumnya muncul di tungkai dengan gejala bengkak, nyeri, rasa berat, perubahan warna kulit, hingga luka kronis yang sulit sembuh.

METODE EVLA
Metode EVLA bekerja dengan memasukkan serat laser ke dalam vena yang bermasalah untuk menutup pembuluh secara permanen, sehingga aliran darah dialihkan ke vena sehat.

Menurut Charley Simanjuntak, prosedur ini menjadi terobosan dalam bedah vaskular modern. “EVLA merupakan terobosan besar dalam dunia bedah vaskular. Dengan bantuan laser, kita dapat menutup pembuluh darah yang bermasalah tanpa sayatan besar, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dalam waktu yang relatif singkat,” jelas Charley.

Keunggulan EVLA dibandingkan operasi konvensional antara lain, minimal invasif tanpa sayatan besar, nyeri minimal tanpa pembiusan total, durasi tindakan singkat (sekitar 30–60 menit), tidak memerlukan rawat inap, risiko komplikasi lebih rendah, dan pemulihan lebih cepat.

KEBERHASILAN TINDAKAN
Founder Klinik Indonesia Vein Center, Yuliardy Limengka, menekankan bahwa keberhasilan terapi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga ketepatan diagnosis dan keterampilan operator.

“Kunci keberhasilan EVLA tidak hanya terletak pada alat, tetapi juga pada ketepatan diagnosis dan keterampilan operator. Dengan teknik yang tepat, EVLA dapat menjadi solusi jangka panjang bagi pasien varises tanpa rasa takut terhadap operasi besar,” ungkap Yuliardy.

Ia menambahkan bahwa pendekatan minimal invasif dapat mengurangi ketakutan pasien terhadap tindakan medis. “Dengan pendekatan minimal invasif, kami ingin mengedukasi bahwa pasien tidak perlu lagi takut menjalani tindakan varises. Teknologi saat ini memungkinkan hasil yang optimal dengan proses yang jauh lebih nyaman,” lanjut Yuliardy.

KONDISI MEDIS SERIUS
Klinik menekankan bahwa varises dapat berkembang menjadi kondisi medis serius, seperti nyeri kronis, luka yang sulit sembuh, hingga trombosis atau penyumbatan pembuluh darah jika tidak ditangani dengan tepat.

Workshop ini diharapkan meningkatkan kesadaran bahwa varises memerlukan diagnosis dan terapi profesional berbasis medis, bukan hanya perawatan estetika.

Dalam kegiatan tersebut, turut diperkenalkan perangkat laser terbaru Endoteq yang dikembangkan di Jerman untuk prosedur EVLA. Teknologi ini dirancang memiliki energi tinggi namun terkontrol untuk menutup vena secara presisi tanpa merusak jaringan sekitar.

Perwakilan principal Endoteq dari Jerman, Christopher Nauman, menjelaskan potensi teknologi tersebut. “Laser Endoteq dikembangkan dengan standar teknologi Eropa yang mengutamakan presisi, keamanan, dan kenyamanan pasien. Kami percaya teknologi ini dapat menjadi benchmark baru dalam prosedur EVLA, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap terapi minimal invasif,” ungkap Christopher Nauman.

KOLABORASI INDUSTRI
Workshop didukung oleh sejumlah mitra industri kesehatan, termasuk Indomed. Direktur Business & Development Indomed, Abdurrahman Oman, menyatakan komitmen menghadirkan teknologi medis global ke Indonesia.

“Indomed berkomitmen untuk menghadirkan teknologi medis terbaik dan terkini untuk Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Klinik Indonesia Vein Center dan mitra internasional seperti Endoteq, kami berharap tenaga medis Indonesia dapat mengakses perangkat berstandar global demi meningkatkan kualitas layanan kepada pasien,” ujar Abdurrahman Oman.

Menurut Yuliardy, workshop ini merupakan bagian dari visi jangka panjang klinik untuk menjadi pusat layanan varises terdepan berbasis teknologi modern dan edukasi.

“Sejak awal berdirinya Klinik Indonesia Vein Center, kami memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan layanan varises yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada edukasi dan inovasi. Kami ingin pasien mendapatkan solusi terbaik dengan teknologi modern, minimal invasif, dan hasil yang optimal. Workshop ini menjadi langkah nyata kami dalam membangun ekosistem penanganan varises yang lebih maju di Indonesia,” ujar Yuliardy.

Melalui pendekatan minimal invasif seperti EVLA, terapi varises diharapkan menjadi lebih aman, efektif, dan nyaman, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien tanpa harus menjalani operasi besar atau perawatan inap. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya