Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Ini 3 Mitos PCOS Paling Menyesatkan, Jangan Salah Kaprah, Ini Penjelasan Medis

Media Indonesia
29/1/2026 14:56
Ini 3 Mitos PCOS Paling Menyesatkan,  Jangan Salah Kaprah, Ini Penjelasan Medis
Ilustrasi(Freepik.com)

 

DERASNYA arus informasi kesehatan di media sosial sering kali menjadi pedang bermata dua. Di awal tahun 2026 ini, dokter spesialis kandungan (Obgyn) kembali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai misinformasi seputar Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) yang justru membuat penderita stres berlebihan atau malah menyepelekan gejala.

PCOS masih menjadi gangguan endokrin yang paling umum menyerang wanita usia subur di Indonesia. Sayangnya, stigma negatif seperti "vonis mandul" sering kali menghantui para penderita sesaat setelah diagnosis ditegakkan. Padahal, dengan penanganan yang tepat, realitas medisnya jauh berbeda dari mitos yang beredar.

Berikut adalah rangkuman mitos dan fakta krusial yang wajib dipahami oleh setiap wanita Indonesia:

1. Mitos: Penderita PCOS Pasti Mandul

FAKTA: PCOS adalah penyebab utama infertilitas, namun bukan berarti sterilitas (kemandulan total). Wanita dengan PCOS "hanya" mengalami gangguan ovulasi (telur jarang matang). Dengan modifikasi gaya hidup, obat pemicu ovulasi, atau teknologi reproduksi berbantu seperti bayi tabung, peluang hamil tetap terbuka lebar. Banyak penderita PCOS yang berhasil hamil secara alami setelah resistensi insulinnya tertangani.

2. Mitos: Hanya Wanita Gemuk yang Kena PCOS

FAKTA: Ini adalah kekeliruan besar. Terdapat kondisi yang disebut "Lean PCOS", di mana wanita dengan berat badan ideal atau kurus pun bisa mengidap sindrom ini. Meskipun obesitas memperburuk gejala akibat resistensi insulin, wanita kurus dengan faktor genetik atau ketidakseimbangan hormon androgen tetap berisiko tinggi. Jangan jadikan berat badan sebagai satu-satunya patokan kesehatan reproduksi.

3. Mitos: Harus Ada Kista di Indung Telur

FAKTA: Nama Polycystic sering menipu. Apa yang terlihat di USG sebenarnya bukanlah "kista" dalam arti tumor berisi cairan patologis, melainkan folikel (calon sel telur) yang gagal matang dan menumpuk. Bahkan, berdasarkan kriteria medis (Rotterdam Criteria), seseorang bisa didiagnosis PCOS tanpa adanya gambaran ovarium polikistik di USG, asalkan memenuhi dua gejala lain: haid tidak teratur dan tanda hiperandrogen (berbulu lebat/jerawat).

Para ahli kesehatan menekankan bahwa diagnosa mandiri (self-diagnosis) melalui konten viral sangat tidak disarankan. Jika Anda mengalami siklus haid yang berantakan (kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari), segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan profil hormon dan USG transvaginal.

Tags: PCOS, Mitos Kesehatan, Infertilitas, Promil, Kesehatan Wanita, Hormon



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya