Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tak hanya Lansia, Risiko Demensia Menghantui sejak Kanak-Kanak

Cornelius Juan Prawira
21/12/2025 21:27
Tak hanya Lansia, Risiko Demensia  Menghantui sejak Kanak-Kanak
Ilustrasi(ScienceAlert.com)

Mengutip ScienceAlert.com, studi terbaru mengungkap bahwa risiko demensia tidak hanya berkaitan dengan faktor usia lanjut, tetapi bisa mulai terbentuk sejak masa kanak-kanak. Kondisi kesehatan awal kehidupan memiliki peran besar dalam menentukan kesehatan otak seseorang di usia dewasa dan lanjut usia.

Faktor seperti obesitas anak, tekanan darah tinggi, kurang aktivitas fisik, pola makan buruk, hingga paparan stres sejak dini disebut dapat memengaruhi perkembangan otak. Kondisi-kondisi ini berpotensi memicu perubahan struktur dan fungsi otak yang dampaknya baru terasa puluhan tahun kemudian.

Akumulasi dari Awal Kehidupan

Demensia bukan penyakit yang muncul secara tiba-tiba di usia tua. Sebaliknya, penyakit ini merupakan hasil akumulasi risiko jangka panjang yang berkembang perlahan sejak awal kehidupan.

Karena itu, para ahli menekankan pentingnya pencegahan sejak dini melalui pola hidup sehat pada anak, termasuk asupan gizi seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur cukup, serta lingkungan yang mendukung kesehatan mental. Upaya ini dinilai lebih efektif dibanding hanya fokus pada pengobatan saat usia lanjut.

Temuan ini memperluas cara pandang tentang pencegahan demensia, bahwa menjaga kesehatan otak sebaiknya dimulai sejak anak-anak, bukan menunggu ketika gejala sudah muncul di usia senja. Sumber: ScienceAlert.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik