Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Mengutip ScienceAlert.com, studi terbaru mengungkap bahwa risiko demensia tidak hanya berkaitan dengan faktor usia lanjut, tetapi bisa mulai terbentuk sejak masa kanak-kanak. Kondisi kesehatan awal kehidupan memiliki peran besar dalam menentukan kesehatan otak seseorang di usia dewasa dan lanjut usia.
Faktor seperti obesitas anak, tekanan darah tinggi, kurang aktivitas fisik, pola makan buruk, hingga paparan stres sejak dini disebut dapat memengaruhi perkembangan otak. Kondisi-kondisi ini berpotensi memicu perubahan struktur dan fungsi otak yang dampaknya baru terasa puluhan tahun kemudian.
Demensia bukan penyakit yang muncul secara tiba-tiba di usia tua. Sebaliknya, penyakit ini merupakan hasil akumulasi risiko jangka panjang yang berkembang perlahan sejak awal kehidupan.
Karena itu, para ahli menekankan pentingnya pencegahan sejak dini melalui pola hidup sehat pada anak, termasuk asupan gizi seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur cukup, serta lingkungan yang mendukung kesehatan mental. Upaya ini dinilai lebih efektif dibanding hanya fokus pada pengobatan saat usia lanjut.
Temuan ini memperluas cara pandang tentang pencegahan demensia, bahwa menjaga kesehatan otak sebaiknya dimulai sejak anak-anak, bukan menunggu ketika gejala sudah muncul di usia senja. Sumber: ScienceAlert.com
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved