Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

8 Minuman Rekomendasi Ahli untuk Tangani Risiko Kanker

Margaretha Tiffany
16/11/2025 15:09
8 Minuman Rekomendasi Ahli untuk Tangani Risiko Kanker
Jus Delima.(Sumber: Freepik)

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa makanan dan minuman mengandung senyawa aktif yang berpotensi membantu menekan perkembangan sel kanker. Zat seperti antioksidan, polifenol, vitamin, dan komponen bioaktif lain berperan dalam melindungi tubuh dari kerusakan sel.

Mengatur pola makan, menjaga gaya hidup sehat, dan tetap aktif secara fisik menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan kanker. Kombinasi kebiasaan tersebut diyakini mampu memberi perlindungan tambahan dalam jangka panjang.

Dalam sebuah video di Instagram, gastroenterolog Dr. Saurabh Sethi, yang dikenal sebagai “gut doctor” dan pernah menjalani pelatihan di AIIMS, Harvard, serta Stanford, memaparkan delapan jenis minuman yang dinilai dapat membantu menurunkan risiko kanker.

1. Teh Hijau

Teh hijau mengandung katekin EGCG yang memiliki sifat antioksidan kuat. Konsumsi rutin teh hijau disebut memiliki keterkaitan dengan penurunan risiko kanker payudara dan kolorektal sebesar 20-30%. Antioksidan dalam teh hijau berperan mengurangi stres oksidatif yang memicu kerusakan sel.

2. Kopi

Kopi mengandung polifenol dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan hati. Dr. Sethi menjelaskan bahwa tambahan satu cangkir kopi per hari dikaitkan dengan penurunan risiko kanker hati sekitar 15%. Kopi juga berpotensi memberi perlindungan terhadap kanker endometrium melalui senyawa bioaktif yang mengurangi peradangan.

3. Air Putih

Hidrasi yang baik penting untuk proses detoksifikasi tubuh. Asupan air yang memadai membantu mengencerkan karsinogen dalam urine dan terkait dengan risiko kanker kandung kemih yang lebih rendah. Kebiasaan sederhana ini mendukung kesehatan ginjal dan fungsi tubuh lainnya.

4. Jus Delima

Jus delima mengandung asam ellagic dan polifenol yang mampu memperlambat perkembangan sel kanker. Pada pasien kanker prostat, konsumsi rutin jus delima terbukti memperpanjang waktu penggandaan kadar PSA, menunjukkan potensi dalam memperlambat perkembangan penyakit.

5. Susu Kunyit

Kunyit memiliki kurkumin, senyawa antiradang yang dapat menurunkan penanda stres oksidatif. Konsumsi kunyit harian berpotensi mengurangi risiko kanker dengan memberikan perlindungan terhadap kerusakan DNA.

6. Smoothie Beri

Buah beri mengandung antosianin dan serat yang mendukung perlindungan sel. Dr. Sethi menyampaikan bahwa pola makan kaya buah beri berkaitan dengan risiko kanker esofagus dan kolorektal yang lebih rendah. Buah beri juga memberikan nutrisi penting bagi kesehatan umum.

7. Jus Lemon

Jus lemon kaya vitamin C dan flavonoid. Konsumsinya dikaitkan dengan penurunan risiko kanker lambung dan esofagus sekitar 10-15%. Namun individu dengan gangguan asam lambung dianjurkan berhati-hati karena lemon dapat memicu gejala.

8. Teh Herbal

Teh herbal seperti jahe, chamomile, dan peppermint mengandung polifenol serta komponen antiradang. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh herbal dapat berkaitan dengan risiko kanker lambung dan kolorektal yang lebih rendah.

Mengonsumsi berbagai minuman tersebut sebagai bagian dari pola makan seimbang, ditambah aktivitas fisik teratur, menjaga berat badan stabil, dan menghindari konsumsi tembakau merupakan langkah efektif untuk menurunkan risiko kanker.

Sumber: NDTV



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya