Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Fenomena Kanker Kolorektal Dini: Meningkat di Kalangan Usia di Bawah 50 Tahun

Bimo Aria Seno
10/11/2025 13:24
Fenomena Kanker Kolorektal Dini: Meningkat di Kalangan Usia di Bawah 50 Tahun
Ilustrasi(Freepik )

Secara keseluruhan, angka kasus kanker kolorektal telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tren berbeda justru terlihat pada kelompok usia muda. Data menunjukkan bahwa kasus kanker kolorektal pada individu di bawah usia 50 tahun meningkat sekitar 2 persen setiap tahunnya.

Fenomena ini menjadi perhatian karena kanker jenis ini termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker, baik pada pria maupun wanita. Kanker kolorektal onset dini, atau yang muncul sebelum usia 50 tahun, kini semakin sering ditemukan dan cenderung lebih mematikan.

Menariknya, sebagian besar kasus ini tidak disebabkan oleh faktor keturunan atau sindrom genetik tertentu yang biasanya menjadi pemicu kanker pada usia muda. Meski penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, para ahli menekankan pentingnya mengenali gejala dan faktor risiko agar pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Faktor risiko dan ciri khas kanker kolorektal pada usia muda

Sekitar 40–50 persen kasus kanker kolorektal pada kelompok usia muda dapat dikaitkan dengan faktor risiko yang sudah diketahui, seperti sindrom kanker kolorektal bawaan, kolitis ulseratif kronis, atau riwayat keluarga dengan kanker serupa. Namun, sekitar separuh kasus lainnya belum memiliki penjelasan yang jelas, menandakan adanya faktor lingkungan atau pola hidup yang mungkin berperan tetapi masih perlu diteliti lebih lanjut.

Sebagian besar kanker kolorektal pada usia muda muncul di sisi kiri usus besar, terutama di bagian rektum, ujung saluran pencernaan. Secara biologis, jenis kanker ini sering kali termasuk dalam kategori mikrosatelit stabil (MSS), yang berarti gen perbaikan DNA tetap berfungsi dengan normal.

Akibatnya, tumor jenis ini cenderung tidak merespons dengan baik terhadap pengobatan imunoterapi yang efektif pada sebagian kanker kolorektal keturunan. Seperti halnya pada kelompok usia yang lebih tua, kanker kolorektal umumnya berawal dari polip jinak di usus besar yang perlahan berkembang menjadi ganas seiring waktu.

Gejala yang perlu diwaspadai

Gejala kanker kolorektal pada pasien muda tidak jauh berbeda dengan yang dialami pasien berusia lebih tua. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain pendarahan pada rektum, nyeri atau kram di perut bagian bawah, serta perubahan kebiasaan buang air besar seperti diare atau sembelit.

Selain itu, gejala seperti anemia (kekurangan sel darah merah), kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan tanpa sebab jelas juga perlu diwaspadai. Hal tersebut dapat menandakan penyakit telah berkembang ke tahap yang lebih lanjut.

Penanganan dan pencegahan

Penanganan kanker kolorektal pada pasien muda tanpa faktor keturunan umumnya sama dengan pasien pada kelompok usia lainnya. Pembedahan menjadi metode utama pengobatan, disertai kemoterapi atau terapi radiasi tergantung pada stadium dan karakteristik tumor. Meski imunoterapi menjadi pilihan pada beberapa kasus kanker keturunan, terapi ini umumnya tidak efektif bagi jenis tumor yang bersifat mikrosatelit stabil.

Meski kasus kanker kolorektal pada usia muda menunjukkan peningkatan, jumlahnya masih tergolong kecil, yakni sekitar 10 persen dari total kasus yang terdiagnosis. Peningkatan angka kematian pada kelompok ini lebih disebabkan oleh keterlambatan diagnosis, bukan karena sifat kanker yang lebih ganas. Jika terdeteksi lebih awal, peluang kesembuhan tetap ditentukan oleh stadium penyakit, sama seperti pada pasien yang lebih tua.

Para ahli menekankan pentingnya kesadaran terhadap gejala awal, pemahaman riwayat keluarga, serta langkah-langkah pencegahan melalui skrining rutin. Dengan deteksi dini dan pengobatan tepat waktu, prognosis bagi penderita kanker kolorektal muda dapat ditingkatkan secara signifikan. Sumber: columbiasurgery.org



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya