Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Si Kecil Hobi Ngacak-ngacak Dapur? Ini 4 Cara Seru Mengenalkan Dunia Kuliner sejak Dini

Intan Safitri
24/1/2026 21:00
Si Kecil Hobi Ngacak-ngacak Dapur? Ini 4 Cara Seru Mengenalkan Dunia Kuliner sejak Dini
Ilustrasi(Freepik.com)

AKTIVITAS anak yang gemar mengeksplorasi isi dapur sering kali dianggap sebagai gangguan oleh orang tua karena risiko kotor atau berantakan. Padahal, minat ini bisa menjadi indikasi awal bakat di bidang kuliner. Mengenalkan dunia kuliner sejak dini bukan berarti membiarkan anak menggunakan peralatan tajam, melainkan melatih kepekaan rasa, kreativitas, dan ketelitian melalui media yang aman.

Simak empat cara mengenalkan anak pada dunia kuliner:

  1. Berikan Kebebasan Berimajinasi dengan Tekstur

    Langkah awal mengenalkan dunia masak adalah membiarkan anak berinteraksi dengan berbagai tekstur makanan. Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap apa yang mereka sentuh dan cium. Dengan membiarkan mereka mengeksplorasi bahan makanan yang kenyal, cair, atau padat, sensorik mereka akan terlatih untuk memahami karakteristik bahan pangan.

    Lindung Artha Mahendra, Direktur Operasional, menyebutkan bahwa imajinasi anak berkembang pesat melalui pengalaman sensorik yang lengkap. "Kreativitas, ketelitian, dan bagaimana mereka merangkai itu nanti menjadi hal yang menarik, itu adalah sisi imajinasi anak-anak. Mereka bisa menyentuh, meraba, mencium, bahkan mencicipinya, sehingga memiliki edukasi brand dan produk secara baik."

  2. Melatih Fokus Melalui Profesi Dessert Chef

    Dunia kuliner tidak hanya soal rasa, tapi juga soal presentasi dan ketelitian. Mengajak anak berperan sebagai Dessert Chef atau koki pencuci mulut merupakan cara efektif untuk melatih fokus. Dalam durasi aktivitas yang terukur, misalnya 20 menit, anak ditantang untuk menyelesaikan satu kreasi hidangan dari awal hingga siap disajikan.

    Proses ini menuntut anak untuk teliti dalam menghias dan mengikuti instruksi agar hasil akhirnya sesuai dengan ekspektasi. Hal ini jauh lebih efektif daripada sekadar memberi instruksi lisan di rumah.

  3. Kenalkan Manfaat Bahan Baku

    Koki yang baik harus memahami bahan yang mereka gunakan. Orang tua bisa mulai mengedukasi anak tentang asal-usul bahan makanan dengan cara yang sederhana, seperti menjelaskan bahwa jelly yang mereka buat berasal dari rumput laut yang bermanfaat bagi kesehatan.

    David Hinjaya, Direktur Marketing, menjelaskan pentingnya interaksi langsung ini. "Melalui kolaborasi ini, anak-anak diajak belajar lewat praktik langsung. Mereka bebas berimajinasi, mengenal bahwa makanan tidak hanya soal rasa, tetapi juga manfaat untuk tubuh. Harapannya pengalaman belajar anak-anak itu bisa makin lengkap dan kaya."

  4. Berikan Apresiasi pada Hasil Kreasi

    Poin penting dalam memupuk hobi kuliner adalah memberikan kepercayaan diri kepada anak. Biarkan mereka mengkreasikan topping atau hiasan sesuai selera mereka sendiri. Rasa bangga saat melihat hasil karyanya dihargai akan memotivasi anak untuk terus bereksperimen di dapur.

    Dengan metode yang tepat, hobi "ngacak-ngacak dapur" dapat diarahkan menjadi keterampilan yang produktif. Mengenalkan dunia kuliner sejak dini bukan hanya soal mencetak koki masa depan, tetapi juga membentuk karakter mandiri, kreatif, dan percaya diri pada anak. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya