Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Hidup Super Sibuk di Jakarta, Keluhan Fisik Makin Banyak? Pahami Kaitan Stres dengan Migrain, Vertigo, GERD, dan Insomnia

Media Indonesia
15/12/2025 10:00
Hidup Super Sibuk di Jakarta, Keluhan Fisik Makin Banyak? Pahami Kaitan Stres dengan Migrain, Vertigo, GERD, dan Insomnia
Ilustrasi(Dok Bio Healing Center )

KEHIDUPAN di Jakarta berjalan semakin cepat. Banyak orang berusaha menyeimbangkan tuntutan pekerjaan, urusan rumah tangga, hingga tekanan sosial dan lingkungan yang seolah tidak ada jedanya.

Tanpa disadari, tubuh terus dipaksa aktif, sementara pikiran jarang benar-benar istirahat. Lama-kelamaan, kondisi ini menumpuk menjadi stres kronis, dan salah satu keluhan yang paling sering muncul adalah sakit kepala berat seperti migrain.

Namun, dampak stres tidak berhenti di migrain saja. Tidak sedikit orang yang juga merasakan vertigo, GERD, dan insomnia dalam waktu yang berdekatan. Walaupun gejalanya terlihat berbeda, banyak di antaranya berawal dari hal yang sama: sistem saraf yang terlalu aktif (stress response yang terus menyala).

Saat tubuh terlalu sering berada dalam mode fight-or-flight akibat rutinitas yang padat:

  • Otot kepala dan leher menegang - memicu migrain dan jenis sakit kepala lainnya
  • Sistem vestibular terganggu - memunculkan vertigo
  • Produksi asam lambung meningkat - memperburuk GERD
  • Otak sulit mencapai fase tidur dalam (deep sleep) -  timbul insomnia

Karena saling berkaitan, keluhan-keluhan ini sering kali muncul bersamaan. Dengan mengenali akar masalahnya, kita bisa menangani keluhan secara lebih menyeluruh, bukan hanya mengobati satu per satu. Sebelum membahas cara mengatasinya, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh ketika stres dibiarkan menumpuk.

Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Stres Terus Berjalan?

1. Hormon Stres (Kortisol & Adrenalin) Meningkat

Ketika merasa tertekan, otak mengirim sinyal bahaya yang memicu pelepasan hormon stres. Jika kondisi ini berlangsung lama, tubuh kesulitan kembali ke keadaan tenang sehingga berkontribusi pada:

  • migrain
  • gangguan lambung yang berujung GERD
  • sistem keseimbangan yang makin sensitif - vertigo
  • gangguan tidur ? insomnia

2. Penyempitan Pembuluh Darah di Kepala & Leher

Dalam kondisi stres berkepanjangan:

  • aliran oksigen ke otak berkurang
  • kepala terasa berat dan penuh 
  • serangan migrain lebih mudah muncul

3. Otot Leher, Pundak, Rahang, dan Kepala Mengencang

Kebiasaan duduk terlalu lama, menunduk ke gadget, atau postur yang kurang baik membuat otot di area leher dan kepala semakin menegang. Ketegangan ini menjadi pemicu utama:

  • kepala seperti terikat atau tertekan (tension headache) 
  • kambuhnya migrain
  • rasa berat di kepala disertai pusing

4. Sistem Saraf Menjadi Terlalu Peka

Saat saraf terus berada dalam kondisi waspada:

  • nyeri yang ringan terasa jauh lebih mengganggu
  • cahaya dan suara terasa menyilaukan atau berisik
  • pusing lebih mudah kambuh
  • saluran cerna menjadi lebih sensitif (memicu atau memperberat GERD)
  • otak susah rileks sehingga sulit tidur nyenyak dan muncul insomnia

5. Kualitas Tidur Turun Drastis

Stres mengacaukan ritme tidur alami tubuh. Jika tidur tidak berkualitas:

  • migrain lebih sering muncul
  • keluhan GERD makin terasa
  • vertigo lebih mudah kambuh
  •  tubuh cepat lelah, sulit fokus, dan produktivitas menurun

Cara Mengatasi Migrain, Vertigo, GERD & Insomnia Secara Bersamaan

Setelah memahami proses yang terjadi di balik keluhan, berikut beberapa langkah yang bisa membantu menenangkan saraf dan meredakan gejala secara bersamaan:

1. Sisipkan Waktu Istirahat Singkat di Tengah Kesibukan

Berikan tubuh jeda “reset” setiap 45–60 menit untuk berdiri, berjalan sebentar, merenggangkan otot, atau menarik napas dalam. Langkah sederhana ini membantu menurunkan ketegangan otot dan merilekskan sistem saraf.

2. Benahi Kualitas Tidur

Usahakan tidur 7–9 jam setiap malam agar sistem saraf otonom dapat pulih. Upayakan:

  • jam tidur dan bangun yang teratur
  • mengurangi paparan layar ponsel/TV menjelang tidur
  • menciptakan suasana kamar yang tenang dan nyaman

3. Perhatikan Postur Tubuh Sehari-hari

Postur yang kurang baik meningkatkan ketegangan leher dan dapat memicu kepala tegang, dan migrain. Perhatikan:

  • posisi layar sejajar dengan tinggi mata
  • bahu tetap rileks, tidak terangkat
  • gunakan kursi ergonomis yang menopang punggung dengan baik

4. Kelola Stres dengan Teknik Relaksasi

Latihan relaksasi membantu tubuh keluar dari mode fight-or-flight. Beberapa contoh:

  • meditasi singkat
  • journaling (menulis isi pikiran dan perasaan)
  • stretching ringan
  • berjalan santai di luar ruangan

Kebiasaan ini dapat membantu:

  • mengurangi intensitas nyeri kepala
  • menenangkan lambung yang sensitif
  • meredakan kecemasan yang sering kali menjadi pemicu insomnia

5. Jaga Pola Makan Sehat dan Teratur

Makanan dan minuman sangat berpengaruh pada migrain, GERD, insomnia, maupun vertigo. Beberapa hal yang dapat diperhatikan:

  • makan teratur, jangan sering melewatkan sarapan
  • mengurangi makanan terlalu pedas, asam, dan berminyak
  •  membatasi kafein dan alkohol
  • memilih camilan sehat bila ingin makan malam
  • menjaga kecukupan cairan tubuh setiap hari

Dengan pola makan yang lebih baik, sistem saraf dan pencernaan menjadi lebih stabil.

6. Terapi Akupuntur sebagai Pendekatan Terapeutik

Selain perubahan gaya hidup, sebagian orang membutuhkan bantuan terapi untuk membantu tubuh keluar dari keadaan tegang dan stres berkepanjangan.
Salah satu terapi yang cukup dikenal untuk membantu menyeimbangkan energi tubuh adalah akupuntur. Pendekatan ini telah lama digunakan untuk:

  •  meredakan nyeri kepala dan migrain
  • menstabilkan sistem keseimbangan pada vertigo dengan exercise
  • membantu meredakan keluhan asam lambung dan pencernaan seperti GERD
  • menenangkan sistem saraf sehingga tidur menjadi lebih nyenyak

Bagi Anda yang kurang nyaman dengan jarum, kini tersedia alternatif modern yang memberikan efek serupa namun dengan cara yang jauh lebih nyaman: akupuntur tanpa jarum.
Metode ini menggunakan alat berteknologi khusus untuk menstimulasi titik-titik meridien. Walaupun tanpa jarum, stimulasi tetap bekerja pada jalur energi tubuh seperti akupuntur tradisional, tetapi prosesnya terasa lebih lembut, aman, dan nyaman.

Bio Healing Center: Akupuntur Modern Tanpa Jarum

Salah satu pelopor akupuntur modern tanpa jarum di Indonesia adalah Bio Healing Center dengan metode Bio Healing Therapy. Terapi ini memanfaatkan teknologi bio elektrik Ion Gloves, yaitu sarung tangan khusus yang menyalurkan impuls ke 14 jalur energi utama.

 Pendekatan ini membantu tubuh:

  • melepaskan ketegangan
  • melancarkan sirkulasi
  • menenangkan sistem saraf

Semua dilakukan tanpa jarum, tanpa obat, dan tanpa rasa sakit.
Bio Healing Center kini memiliki beberapa cabang di Jakarta:

  • Kebayoran Baru
  • Rawamangun
  • Puri Indah
  •  Bintaro

Sehingga Anda bisa memilih lokasi yang paling dekat dengan rumah. Untuk Anda yang sangat sibuk atau sulit keluar rumah, tersedia juga layanan Home Service khusus area Jabodetabek.

Agar mendapatkan jadwal yang sesuai, disarankan melakukan booking terlebih dahulu, karena slot terapi harian sering kali cepat penuh. Reservasi dapat dilakukan melalui WhatsApp di 0812-9509-7775, yang sudah terhubung dengan seluruh cabang Bio Healing Center.

Migrain, vertigo, GERD, dan insomnia memang tampak seperti keluhan yang berbeda-beda, namun sering kali berakar dari sumber yang sama: stres berkepanjangan dan sistem saraf yang terus bekerja terlalu keras. Dengan memahami mekanisme stres dan mulai menerapkan langkah-langkah di atas, keluhan biasanya akan berangsur mereda, dan aktivitas harian pun terasa lebih ringan dan nyaman.

Jika keluhan tetap berulang atau sulit membaik, akupuntur tanpa jarum dapat menjadi pilihan terapi yang aman dan nyaman, terutama bagi Anda yang takut jarum, untuk membantu mengendurkan otot, merilekskan sistem saraf, serta menyeimbangkan energi tubuh. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya