Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA yang spesial di akhir pekan ini. Puluhan anak kecil berkumpul di jalur pejalan kaki Sudirman, turut meramaikan Car Free Day. Inilah Aksi Maqdisy Heroes Long March yang diinisiasi Yayasan Wasilah (Wadah Silaturahmi Ummat) di area Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta, pada Ahad (9/11).
Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Maqdisy Talent Hunt 1447 H, sebuah ajang pencarian bakat bagi anak-anak berusia di bawah 14 tahun yang digagas oleh Annisa Theresia yang akrab disapa Kak Tere.
Program ini bertujuan melahirkan pejuang-pejuang cilik yang berani bersuara dan menyerukan pentingnya literasi tentang Baitul Maqdis sejak dini. Oleh Kak Tere, mereka disebut sebagai “Maqdisy cilik.” Dengan ikat kepala, kefiyeh khas Palestina dan membawa berbagai poster, para Maqdisy Cilik ini dibagi menjadi beberapa regu. Ada Regu Ismail Haniyeh, Regu Abu Ubaidah, Regu Hind Rajab, Regu Yahya Sinwar dan Regu Anas Al Syarif, para pahlawan Gaza.
Setiap regu dipimpin Finalis Maqdisy Talent Hunt 1447H, didampingi kakak-kakak volunteer dan orang tua mereka, semua mengikuti long march dengan penuh semangat.
Sebagian peserta terlihat membawa foto para Pahlawan Indonesia. Ada Mohammad Natsir, Agus Salim, HR Rasuna Said, Bung Tomo, bahkan Abdul Kahar Mudzakkir, tokoh perumus Pancasila, yang sebelum kemerdekaan telah menginisiasi Muktamar Alam Al Islamiy, sebuah perhelatan internasional di tahun 1931, yang diadakan untuk membantu perjuangan Palestina di masa itu.
Longmarch bermula dari depan FX Sudirman hingga ke gedung Mandiri lalu kembali ke Stasiun MRT Senayan. Mereka berjalan rapi layaknya pawai, sambil meneriakkan yel-yel “Free Palestine” dan “Birruh Biddam Nafdiika Ya Aqsha”, serta mendendangkan lagu Palestina Tercinta karya Kak Ojan. Suasana semakin hangat karena turut membersamai mereka, para influencer aktivis yang banyak bersuara mengenai Palestina, yaitu Kak Tere, Kak Wanda Hamidah, Kak Chiki Fawzi, Kak Elsa Masyita, dan Kak Armiya Husein.
Menurut penanggung jawab kegiatan, Kak Tere, aksi ini menjadi pondasi penting dalam menanamkan kesadaran literasi Baitul Maqdis kepada anak-anak sejak dini.
“Long march adalah teladan yang pernah ditunjukkan Rasulullah di Makkah, bahkan ketika jumlah Muslim baru 40 orang setelah Umar bin Khattab masuk Islam,” ujar Kak Tere kepada Media Indonesia di Tangsel,kemarin.
“Aksi ini mempertemukan para pejuang cilik Baitul Maqdis yang telah berkarya melalui puisi, buku, kerudung, orasi, dan lainnya. Melalui kegiatan ini kita membangun collective consciousness (kesadaran kolektif) dan collective action (aksi kolektif) menuju gerakan global,” tambah mantan penyanyi ini.
Dikatakan setiap langkah kecil memiliki arti besar. Kita tidak akan sampai pada kekuatan berskala global tanpa memulainya dari gerakan sederhana seperti ini.
Tere menekankan momen Maqdisy Long March ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November, saat bangsa Indonesia mengenang perjuangan rakyat Surabaya yang dipimpin oleh Bung Tomo melawan penjajahan.
"Kita tidak boleh melupakan sejarah, Indonesia memiliki sejarah panjang melawan penjajahan, dan pada saat itu Palestina melalui syekh Amin al-Husaini membantu pengakuan kedaulatan Indonesia," jelas Tere seraya menambahkan bahwa solidaritas terhadap Palestina juga diperkuat oleh catatan historis hubungan kedua bangsa.
Di akhir kegiatan, Wanda Hamidah, aktivis Global Sumud Flotilla, turut memberikan motivasi kepada anak-anak peserta. Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk Palestina tidak selalu harus melalui perang.
“Dengan kegiatan seperti ini, belajar trntang Baitul Maqdis dan aksi longmarch bersama-sama, kita sudah ikut membela Palestina. Ini adalah bentuk kasih sayang kepada saudara-saudara kita di sana. Free Palestine!” ujar Wanda.
Tere berharap, aksi Maqdisy Heroes Long March dapat berlangsung secara istiqomah, meneruskan semangat solidaritas dan kepedulian terhadap Palestina yang ditumbuhkan sejak usia dini, melalui kegiatan edukatif, kreatif, dan penuh makna.
Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Tanah Datar, Jack Maradona, menyampaikan pada kegiatan tersebut tercatat sebanyak 196 pelaku UMKM berjualan.
Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.
Pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di Sudirman-Thamrin tetap digelar saat perayaan HUT ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Warga kembali meramaikan kegiatan car free day (CFD) di sepanjang Jalan Sudirman meski sehari sebelumnya sempat terjadi aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di sejumlah titik.
Gubernur DKI Jakarta pastikan Car Free Day tetap digelar usai demo. Transportasi umum kembali beroperasi, bahkan digratiskan sepekan penuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved