Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
RASA kaget, sedih, bahkan marah pasti menjadi ekspresi kita kala mengetahui anak sendiri lah yang menjadi pelaku perundungan. Akan tetapi, satu hal penting yang harus diingat, pada dasarnya pelaku bertindak demikian lantaran sejumlah alasan.
Anak-anak yang melakukan perundungan kebanyakan hanya ingin menyesuaikan diri, membutuhkan perhatian hingga mencari tahu bagaimana menghadapi emosi yang rumit. Dalam beberapa kasus, pelaku perundungan adalah korban atau saksi kekerasan di rumah atau di lingkungan. Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan untuk membantu anak berhenti melakukan perundungan, seperti dilansir dari situs Unicef Indonesia;
Memahami mengapa sang anak melakukan perundungan akan membantu orangtua menghentikan hal tersebut. Apakah mereka merasa tidak aman di sekolah? Apakah mereka berkelahi dengan teman atau saudara?
Baca juga : Kenali 4 Tanda Anak Berpotensi Menjadi Pelaku Perundungan
Apabila anak kesulitan menjelaskan perilaku mereka, orangtua dapat mengambil langkah untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional kesehatan mental.
Orangtua dan anak dapat bertukar pikiran bersama tentang kemungkinan yang akan terjadi kepada korban perundungan. Dorong anak untuk menempatkan diri pada posisi orang lain dengan membayangkan pengalaman orang yang dirundung.
Anak-anak yang melakukan perundungan seringkali meniru apa yang mereka lihat di rumah. Apakah mereka sering menyaksikan perilaku berbahaya secara fisik atau emosional dari orangtua, keluarga atau pengasuhnya? Berkacalah pada diri sendiri sebagai orangtua dan pikirkan bagaimana kamu memperlakukan anak.
Apabila kamu mengetahui bahwa anak telah melakukan perundungan, penting untuk memberikan konsekuensi yang tepat dan tanpa kekerasan.
Misalnya, bisa dengan membatasi aktivitas mereka, terutama kegiatan yang mendorong perundungan (berkumpul bersama teman geng, waktu bermain media sosial atau online). Dorong anak kamu untuk meminta maaf kepada teman-temannya dan mencari cara agar mereka lebih positif di masa depan.(M-3)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved