Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
STUNTING ditandai dengan kurangnya tinggi atau panjang badan menurut umur anak. Balita bertubuh kerdil itu terjadi karena masalah gizi kronis dan berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh anak di masa depan.
Dalam merespons ancaman itu, BRIN membeberkan sejumlah pangan lokal yang bisa mencegah stunting dari hasil riset mereka.
Peneliti Madya BRIN, Ade Chandra Iwansyah, menjelaskan salah satu riset yang sudah dikembangkan menjadi inovasi ialah pangan lokal berbasis daun kelor dan ikan laut di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca juga : Kota Banjar Jadi Lokus Gerakan Melawan Stunting HaloPuan
"BRIN membuat inovasi dengan mengubah daun kelor dan ikan dalam bentuk nugget, bakso, dan cracker. Kelor dan ikan tersedia setiap waktu di Desa Waitaru Kodi sebagai daerah prevalasi stunting yang tinggi," kata Ade dalam webinar bertajuk Pangan Nasional untuk Mencegah Stunting, kemarin.
Daun kelor kering sebanyak 100 gram diketahui mengandung senyawa protein 2 kali lebih tinggi daripada yoghurt, vitamin A yang 7 kali lebih tinggi daripada wortel, kalium 3 kali lebih tinggi daripada pisang, kalsium 4 kali lebih tinggi daripada susu, dan vitamin C yang 7 kali lebih tinggi daripada jeruk.
Selanjutnya, BRIN juga berencana untuk mengangkat pangan lokal makanan khas dari Wakaibubak, yakni rowe luwa yang akan disajikan secara instan. Makanan itu, terang Ade, terbuat dari daun singkong yang ditumbuk dan direbus dengan santan serta dicampur dengan berbagai bumbu khas.
Baca juga : HaloPuan Bawa Gagasan Daun Kelor Cegah Stunting di Pangandaran
Peneliti Muda BRIN Andri Fresiansyah menambahkan, beberapa pangan berbasis prebiotik juga bisa mencegah stunting. Prebiotik yang ada pada ibu hamil, misalnya, akan diteruskan kepada janin sehingga anaknya pun akan sehat.
Salah satu prebiotik yang bisa dikonsumsi ialah yoghurt tanpa pemanis buatan yang kaya lemak terutama omega 3 untuk gizi otak, memiliki vitamin A, B, zat besi, hingga zink (seng). Menurutnya, orangtua bisa membuat sendiri di rumah dengan menggunakan susu sapi yang diberikan Lactobacillus.
"Yoghurt plain dengan kadar gula rendah, organik, dan tanpa pewarna buatan baik untuk perkembangan bayi lebih dari satu tahun. Pemberian ASI dan ibu yang sehat dan memiliki gizi yang cukup akan membantu perkembangan mikrobiota usus untuk pencegahan stunting," sebutnya.
Selain itu, kata Andri, prebiotik berupa umbi-umbian, biji-bijian, buah-buahan, dan fermentasi pangan Indonesia yang kaya akan protein bisa digunakan. (H-2)
Khasiat daun kelor untuk kesehatan lainnya adalah membantu menurunkan risiko kanker. Manfaat daun kelor tersebut diperoleh dari kandungan niazimicin di dalam kelor.
Biasanya daun kelor digunakan untuk bahan pengobatan tradisional, Lalu bisa dikonsumsi sebagai sayur, teh, atau bubuk herbal.
Daun kelor kaya nutrisi, seperti vitamin A, C, dan kalsium. Daun kelor dapat diolah menjadi teh herbal, cokelat daun kelor hingga produk kecantikan.
Daun kelor (Moringa oleifera) dikenal sebagai salah satu superfood terbaik di dunia karena kandungan nutrisinya yang sangat kaya.
Ia menyebutkan bahwa daun kelor memiliki empat kali lebih banyak kandungan kalsium dibanding susu tanpa laktosa.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved