Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA Bandung, Jawa Barat, sudah identik dengan wisata alam, kuliner dan belanja. Tahun ini, pemerintah kota bersama kalangan usaha mengembangkan wisata medis.
Wisata medis, seperti diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Anhar Hadian, disiapkan di rumah sakit kelas A dan B. "Konsep wisata medis ini melibatkan seluruh perjalanan pasien dari mulai keluar rumah hingga masuk ke rumah sakit. Untuk memfasilitasi hal ini, akan ada biro pariwisata yang akan membantu pasien dan pendamping mereka," ujarnya, Jumat (27/10).
Beberapa rumah sakit yang sudah memenuhi syarat untuk dijadikan wisata
medis adalah RSUD Bandung Kiwari dan RS Santosa. RSUD Bandung Kiwari
terkenal unggul dalam layanan terkait kelahiran, medical checkup dan
rehabilitasi medis.
Sementara RS Santosa Bandung, kata Anhar, memiliki keunggulan dalam
pengobatan penyakit jantung dan syaraf. Rumah sakit ini telah menjadi tujuan perawatan bagi banyak pasien asing.
Dengan dua rumah sakit yang siap melayani wisata medis tahun ini, Kota Bandung berencana untuk menambah lima rumah sakit pada tahun depan. Jumlah ini akan terus bertambah hingga mencapai 16 rumah sakit nantinya.
"Paket-paket perawatan kesehatan yang komprehensif dan konsep wisata
medis yang nyaman menjadi daya tarik utama bagi pasien dan pendamping
mereka. Untuk saat ini, Permenkes hanya mengizinkan rumah sakit kelas A
dan B, untuk menjadi penyelenggara wisata medis dan Kota Bandung
memiliki potensi besar dalam hal ini," terang Anhar.
Libatkan kementerian
Menurut dia, awal munculnya gagasan wisata medis dilatarbelakangi saat
Presiden Joko Widodo mengungkapkan kekhawatiran atas jumlah orang
Indonesia yang pergi ke luar negeri untuk perawatan medis dan berwisata
kesehatan. Devisa yang dikeluarkan untuk tujuan ini mencapai angka yang
signifikan yakni sebanyak Rp170 triliun.
"Banyak dari mereka yang memilih Malaysia, khususnya Penang, sebagai
tujuan utama. Padahal fasilitas kesehatan di Indonesia tidak hanya
sebanding dengan yang ada di luar negeri, tetapi juga memiliki
keunggulan dalam berbagai aspek," ungkapnya.
Anhar menyatakan, upaya untuk mendorong wisata medis di Indonesia pun
akhirnya melibatkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
serta Kementerian Kesehatan. Lalu pada 2015, Permenkes No 76 tentang wisata medis diterbitkan.
Namun, hingga saat ini, di Jabar belum ada proyek pilot yang dijalankan meskipun Bandung memiliki fasilitas yang memadai.
"Untuk itu, kami menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota
Bandung juga dengan dinas-dinas lain untuk mewujudkan wisata medis. Saya berharap, upaya ini akan menciptakan peluang investasi yang signifikan dan menjadikan Kota Bandung sebagai tujuan wisata medis yang sukses di masa depan," tandas Anhar. (SG)
Prestasi ini sekaligus memperpanjang rekor kemenangan Bali yang tidak terputus sejak pertama kali penghargaan Readers' Choice Awards DestinAsian diselenggarakan.
KBRI Warsawa bekerja sama dengan ASITA menghadirkan 21 pelaku industri (sellers) asal Indonesia, mulai dari operator tur hingga perwakilan hotel dari destinasi unggulan.
Kunjungan wisatawan NTT naik 30%! Palapa Ring Timur untuk dukung konektivitas Kupang-Waingapu-Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster ungkap dampak konflik Timur Tengah. Kunjungan wisman turun 800 orang/hari & 35 penerbangan di Bandara Ngurah Rai batal. Cek detailnya.
Sekretaris Jenderal United Nations (UN) Tourism Shaikha Al Nuwais menegaskan korelasi erat antara pariwisata dengan perdamaian.
Bima Arya mendorong pematangan konsep Green Island Nusa Penida yang harus terintegrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar pembangunan berjalan terstruktur dan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved