MENJADI perempuan pemimpin di Arab Saudi, menurut Salma binti Hizab al-Oteibi, bukan hal mudah. "Seluruh hidup saya ialah perjuangan," kata Salma. Dia merupakan seorang guru yang dinyatakan memenangi kursi dewan kota di Mudrika dalam pemilu dewan kota, Sabtu (12/12) yang pertama kalinya diselenggarakan di Arab Saudi dengan melibatkan perempuan. Kemenangan Salma merupakan kemenangan pertama kandidat perempuan yang diumumkan Minggu (13/12).
Awalnya, paman Salma yang politikus menentang keputusan Salma untuk mengikuti pemilu dewan kota sebagai kandidat. Perjuangan pun tidak menjadi lebih mudah dengan latar belakang keluarga Salma yang merupakan politisi lokal, termasuk pamannya itu, yang memenangi pemilu dewan kota pada 2011. "Saat ia mendengar saya memenangi pemilu, dia mengatakan betapa sulit hal ini nantinya," kata Salma. Ketika benteng keluarga telah ditembus, Salma harus melawan para kompetitornya.
Ia mengaku tidak sering melakukan kampanye. Bantuan sosial untuk warga yang kurang mampu menjadi pengaman kemenangannya. Suaminya pun banyak mendukung ibu dua anak itu. Lebih dari itu, Salma memang sudah akrab dengan perjuangan hidup sejak kecil. Saat masih bersekolah di Mekah, Salma harus menempuh jarak beberapa kilometer untuk pergi ke sekolah. Saat bersekolah setara dengan SMA, ia menikah lalu harus merawat anak pertamanya sembari terus bersekolah. "Meskipun begitu, saya unggul sampai lulus dengan gelar sarjana dengan pujian," kata dia.
Selain para anggota dewan yang dipilih lewat pemilu, sepertiga kursi dewan kota ditunjuk. Nantinya tugas dewan kota dibatasi untuk mengurus jalanan, taman publik, pengumpulan sampah, dan isu lokal lainnya. Namun, dewan juga diberikan sokongan keuangan dan kebebasan administratif, wewenang yang diharapkan Salma berguna untuk isu-isu yang menjadi perhatian konstituennya. Bangga tentu dirasakan Salma, apalagi ini merupakan kali pertama perempuan Arab Saudi diberikan kesempatan untuk terlibat dalam pemilu, baik sebagai kandidat maupun pemberi suara.
Selama ini, Arab Saudi memiliki infrastruktur jalan tol modern, gedung-gedung pencakar langit, dan pusat perbelanjaan megah. Namun, kaum perempuan masih dilarang mengendarai mobil. Dengan kemenangannya ini, Salma akan bergabung dengan 2.092 anggota dewan kota lainnya yang cuma 1% diisi perempuan. Untuk kotanya, Mudrika, Salma bertekad memperbaiki jalan menuju Mekah dan menciptakan lapangan kerja bagi laki-laki dan perempuan, serta mengembangkan pariwisata. "Saya akan kerja keras memajukan Mudrika," kata Salma.