Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

20 Perempuan Menangi Pemilu Kota

Yanurisa Ananta
15/12/2015 00:00
20 Perempuan Menangi Pemilu Kota
(AP)
SEJARAH anyar Arab Saudi baru saja terjadi. Pemilihan umum (pemilu) dewan kota yang digelar Sabtu (12/12) untuk pertama kalinya melibatkan partisipasi warga perempuan. Penghitungan suara, kemarin, menunjukkan partisipasi perempuan di pemilu itu mencapai hampir 80%, sedangkan partisipasi pria yang teregistrasi hanya 50%. Berdasarkan data kompilasi kantor berita Saudi Press Agency (SPA) dan Komisi Pemilihan Umum, partisipasi perempuan di Jeddah jauh melampaui pria. Di Kota Asir, partisipasi perempuan tercatat 79%, sedangkan laki-laki 52% saja. Di kawasan Tabuk, tingkat partisipasi mencapai 80% dan hanya 44% laki-laki yang berpartisipasi.

Sesuai dengan laporan kantor berita Associated Press, sebanyak 20 perempuan terpilih mengisi kursi dewan kota di beberapa wilayah. "Bahkan jika hanya ada satu perempuan yang menang, kami sangat bangga. Sejujurnya, kami tidak berekspektasi siapa pun untuk menang," kata Sahar Hassan Nasief, aktivis hak perempuan di Jeddah. Kemenangan perempuan yang diumumkan pertama kali ialah kemenangan seorang guru di kota kecil di Mudrika, Salma binti Hizab al-Oteibi. Di Diriyah, perbatasan dengan Riyadh, tiga perempuan pun memenangi posisi anggota dewan kota.

Perempuan lain yang terpilih, Khadra al-Mubarak, mengonfirmasi kemenangannya di Qatif, wilayah pesisir. Ia berjanji akan menyampaikan suara perempuan ke dewan. "Saya berjanji akan mewakili seluruh suara perempuan," kata Mubarak. Di Tabuk, ada dua perempuan yang memenangi pemilu dewan kota. Di kawasan barat laut, Jawf, ada Hanouf binti Mufrih yang meraih kursi dewan. Di sisi timur, Sanna Abdel Latif Hamam dan Maasooma Abdel Mohsen al-Rida terpilih menjadi anggota dewan Provinsi Ihsa. Satu perempuan juga terpilih di Jazan, sedangkan dua lainnya termasuk Lama al-Suleiman bergabung dengan dewan di Jeddah. Kemenangan serupa tidak terjadi di Najran dan Jazan. Najran yang terletak di perbatasan dengan Yaman, sejak Maret lalu, menghadapi serangan kelompok pemberontak Yaman. Jazan juga mengalami dampak serangan tapi dilaporkan partisipasi pemilu mencapai 45%.

Proses pemungutan suara dilaporkan lancar padahal proses registrasi sempat terhambat akibat masalah birokrasi dan kurangnya transportasi. Hasilnya, hanya kurang dari 10% perempuan yang terdaftar sebagai pemberi suara. Dari 6.400 kandidat dewan kota, ada 900 kandidat perempuan yang memperebutkan 284 kursi dewan kota. Dari 1,5 juta pemberi suara, baru sebanyak 119 ribu merupakan perempuan tapi dengan tingkat partisipasi mencapai 80% di beberapa wilayah. Populasi Arab Saudi mencapai hampir 21 juta penduduk.

Arab Saudi saat ini diperintah Raja Salman dan tidak memiliki badan legislatif yang anggotanya dipilih warga. Adapun 20 perempuan yang memenangi kursi di dewan kota merepresentasikan hanya 1% dari 2.100 kursi dewan kota yang diperebutkan. Meski angka itu amat kecil, ini tetap dianggap langkah besar bagi perempuan di negara itu yang baru pertama kali berpartisipasi dalam pemilu. Perkembangan hak perempuan dimulai pada pemerintahan Raja Abdullah, pendahulu Raja Salman. Pada 2011, Raja Abdullah mengumumkan bahwa perempuan boleh mengikuti pemilu 2015. Pemilu dewan kota bagi laki-laki pun baru dimulai pada 2005. Amerika Serikat (AS) memandang keterlibatan wanita dalam pemilu Arab Saudi sebagai peristiwa bersejarah.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya