SITUASI yang tak kunjung stabil di Jerusalem mendesak dunia internasional, termasuk Indonesia, terus mengupayakan solusi perdamaian di wilayah yang menjadi rebutan Palestina dan Israel itu. Salah satu bentuk dukungan Indonesia tersebut ialah menjadi tuan rumah konferensi internasional bertajuk International Conference on the Question of Jerusalem di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin dan hari ini. Perhelatan itu diikuti 25 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan 24 anggota Komite Palestina. Kesimpulan dalam konferensi tersebut nantinya dibahas dalam Sidang Umum PBB di New York.
"Indonesia menjadi tuan rumah untuk menunjukkan dukungan penuh pemerintah dan masyarakat terhadap bangsa Palestina," ujar Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi dalam pembukaan konferensi. Menurutnya, sangat penting bagi Indonesia terus menunjukkan konsistensi dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina mencapai kemerdekaan sejati. Selain permasalahan Jerusalem, beberapa isu lain yang juga dibahas ialah permukiman ilegal, pengungsi, batas wilayah dan isu keamanan air di kawasan tersebut. "Namun, Jerusalem adalah yang paling rumit. Jerusalem adalah satu dari beberapa isu yang telah lama tertunda penyelesaiannya. Kita harus segera menemukan solusinya," tutur Retno.
Jerusalem merupakan wilayah yang menjadi kota suci bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi. Kota tersebut terbagi menjadi dua, Jerusalem Timur merupakan ibu kota Palestina, sedangkan Jerusalem Barat menjadi teritorium Israel. Namun, Israel terus melakukan okupasi secara ilegal di wilayah timur. "Israel terus melakukan teror di wilayah yang mereka duduki. Ini jelas melanggar hukum internasional," tandas Retno
Menlu Palestina Riyad al-Maliki menegaskan apa yang dilakukan Israel saat ini ialah sesuatu yang licik dan sangat bodoh. "Mereka memperkeruh konflik di Jerusalem dengan membawanya dari ranah politik ke agama. Bagi Netanyahu (PM Israel Benjamin Netanyahu), ini tidak hanya Palestina dan Israel. Ia mengundang seluruh umat muslim dan Yahudi terlibat konfrontasi."
Di sela konferensi, Menlu Retno melakukan pertemuan bilateral dengan Al-Maliki. Retno mengungkapkan proses pembukaan Konsul Kehormatan Indonesia di Ramallah, Palestina, hampir selesai. "Jika semua lancar, awal tahun depan sudah bisa dibuka," tukasnya.