Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Donald Trump kembali Dihujani Kecaman

(Aljazeera/Hym/I-3)
14/12/2015 00:00
Donald Trump kembali Dihujani Kecaman
(AP)
KELOMPOK pembela hak-hak sipil dan kalangan agama mengecam kesepakatan yang dibuat perkumpulan polisi di wilayah timur laut yang mendukung bakal calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik yang kontroversial, Donald Trump. Sebelumnya Trump juga dikecam sebagian besar politikus dan para pemilih minoritas ketika ia mengeluarkan komentar pedas yang menyinggung umat Islam. Sang miliarder itu mengatakan AS sepatutnya membatasi dan menyetop warga muslim memasuki wilayah 'Negeri Paman Sam'.

Pendeta Jason Lydon, yang termasuk dalam sebuah sekelompok anggota pendeta, turut memprotes acara tertutup perkumpulan Asosiasi Kebajikan Polisi New England (NEPBA), Kamis (10/11). NEPBA secara resmi telah mengumumkan dukungan terhadap Trump. Bersama dengan para pendeta lainnya, Lydon melancarkan aksi dengan berlutut dan berdoa. Mereka memblokade sebuah jalan lorong di lokasi acara pertemuan NEPBA. Sejumlah polisi datang dan mengancam siap menangkap mereka jika terus melanjutkan aksi tersebut.

Lydon mengatakan pihaknya memprotes untuk menyoroti bahwa Trump adalah gejala dari sistem yang besar dari gerakan Islamofobia dan supremasi kulit putih. Menurutnya, bakal calon presiden itu menginspirasi banyak orang untuk terlibat Islamofobia dan bertindak rasialis. "Ada sekitar 200 pengunjuk rasa di luar gedung tempat acara NEPBA dilangsungkan," ungkap Pendeta Lydon, seperti dilaporkan Aljazeera, Sabtu (12/12). Sejumlah anggota Dewan Eksekutif NEPBA mengatakan komentar Trump tentang pelarangan muslim memasuki AS hanya diulas sekilas dalam diskusi mereka.

Ia mengklaim sebagian besar waktu pertemuan dipusatkan tentang dukungan Trump kepada polisi. Para polisi yang kerap terlibat aksi kekerasan terhadap kaum kulit hitam menyatakan dukungan terhadap Trump. Apalagi kandidat presiden dari Partai Republik itu akan menerapkan hukuman mati bagi siapa pun yang membunuh anggota polisi. Pengesahan dukungan NEPBA itu telah membuat marah anggota organisasi Black Lives Matter. Organisasi kaum kulit hitam AS itu kerap mengecam kebrutalan petugas polisi kulit putih terhadap warga kulit hitam.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya