Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Plot Pembunuhan Aktivis Pro-Palestina Nerdeen Kiswani Digagalkan, Pria New Jersey Ditangkap

Thalatie K Yani
28/3/2026 06:46
Plot Pembunuhan Aktivis Pro-Palestina Nerdeen Kiswani Digagalkan, Pria New Jersey Ditangkap
aktivis Nerdeen Kiswani(Media Sosial X)

PIHAK berwenang Amerika Serikat berhasil menggagalkan rencana serangan kekerasan yang menargetkan aktivis pro-Palestina ternama, Nerdeen Kiswani. Seorang pria berusia 26 tahun asal New Jersey kini telah mendekam di tahanan setelah diduga merencanakan aksi pemboman di kediaman aktivis tersebut.

Tersangka, yang diidentifikasi sebagai Alexander Heifler, ditangkap di Hoboken, New Jersey. Ia didakwa atas kepemilikan tidak sah dan pembuatan alat peledak destruktif. Dalam penggeledahan di kediamannya, agen federal menemukan delapan buah bom molotov siap pakai.

Kronologi Penyamaran dan Pengintaian

Penyelidikan Departemen Kepolisian New York (NYPD) mengungkap bahwa Heifler mulai merencanakan aksinya sejak awal bulan lalu. Pada 10 Februari, ia ikut serta dalam panggilan video kelompok "pertahanan diri" yang ternyata melibatkan seorang petugas penyamaran.

Dalam komunikasi tersebut, Heifler diduga bertanya apakah ada lokasi untuk melempar "molotov" dan membahas rencana perusakan rumah Kiswani. Pada 4 Maret, Heifler bertemu langsung dengan agen penyamaran tersebut untuk melakukan pengintaian (survei) di kediaman Kiswani setelah berhasil mendapatkan alamat sang aktivis.

"Penyelidikan NYPD ini mengungkap dugaan rencana Alexander Heifler untuk melakukan serangan kekerasan terhadap Nerdeen Kiswani," tegas Komisaris Polisi New York, Jessica Tisch, dalam pernyataan resminya.

Puncak dari rencana tersebut terjadi pada 26 Maret, saat Heifler bertemu kembali dengan agen penyamaran di dekat rumah Kiswani. Ia membawa botol alkohol besar dan bahan-bahan perakit bom molotov yang rencananya akan dilemparkan ke mobil dan rumah korban. Saat itulah, petugas langsung meringkus tersangka.

Motif dan Kaitan dengan Kelompok Ekstremis

Meskipun dokumen tuntutan belum merinci motif spesifik, Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menyebutkan Heifler diduga merupakan anggota Jewish Defense League (JDL). Sebagai informasi, FBI telah menetapkan JDL sebagai organisasi ekstremis kekerasan.

Mamdani menyatakan Heifler "mencoba meledakkan rumah Nerdeen Kiswani dalam aksi kekerasan politik yang mengerikan dan upaya pembunuhan yang nyata."

Polisi meyakini Heifler bekerja sendirian dan tidak berafiliasi dengan kelompok teroris luar negeri maupun pemerintah asing. Ia juga tercatat sebagai warga negara AS tanpa catatan kriminal sebelumnya di NYPD.

Respons Korban

Nerdeen Kiswani, pendiri organisasi Within Our Lifetime, baru diberitahu mengenai ancaman tersebut setelah tersangka ditangkap. Melalui pernyataan di media sosial X, ia mengonfirmasi bahwa otoritas federal telah menginformasikannya tentang "rencana terhadap nyawa saya" yang hampir terjadi.

Selama ini, Kiswani merupakan sosok vokal yang menentang pendudukan Israel di wilayah Palestina. Ia menyatakan bahwa selama ini dirinya dan aktivis lain sering menjadi sasaran kampanye penguntitan, pelecehan, dan intimidasi oleh kelompok-kelompok sayap kanan. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya