Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
Keputusan Malaysia membatalkan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART) dengan Amerika Serikat pada Maret 2026 telah menciptakan preseden hukum baru. Banyak pihak kini menoleh ke negara-negara mitra dagang AS lainnya, termasuk Indonesia, Vietnam, dan Thailand, untuk melihat apakah mereka akan mengambil langkah serupa guna menghindari kerugian ekonomi.
Pasca-putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan penggunaan IEEPA oleh Presiden Donald Trump, struktur tarif impor AS mengalami perubahan drastis. Negara-negara yang sebelumnya "dipaksa" menandatangani tarif resiprokal sebesar 19% kini mendapati diri mereka berada dalam posisi yang merugikan dibandingkan dengan tarif global sementara (Section 122) yang hanya sebesar 10%.
Secara ekonomi, mempertahankan perjanjian dengan tarif 19% saat tarif umum turun menjadi 10% adalah tindakan yang tidak kompetitif. Produk ekspor dari negara yang patuh pada perjanjian "Trump Tariffs" justru akan kalah bersaing di pasar AS dibandingkan produk dari negara yang tidak memiliki perjanjian khusus.
Jika mayoritas negara mitra mengikuti langkah Malaysia, maka ambisi Presiden Trump untuk menciptakan sistem perdagangan resiprokal bilateral akan runtuh. Dunia kemungkinan besar akan kembali ke sistem perdagangan multilateral atau AS akan beralih ke instrumen yang lebih agresif seperti investigasi anti-dumping dan subsidi pemerintah (CVD).
Para eksportir di Indonesia disarankan untuk tetap waspada dan memantau komunikasi resmi dari Kementerian Perdagangan RI. Ketidakpastian hukum di AS diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan 2026, saat Kongres AS kemungkinan besar akan mencoba melegalkan kembali wewenang tarif Presiden melalui jalur legislatif yang sah.
Riset Terkait: Putusan Mahkamah Agung AS Februari 2026, Tarif Section 122 vs Section 301, Dampak Ekonomi Malaysia 2026.
OPERASI militer bertajuk Epic Fury yang diklaim menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran menandai babak baru strategi perang Amerika Serikat, mengandalkan kecerdasan buatan AI.
Trump mengatakan militer Amerika Serikat telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran untuk mencegah ancaman terhadap kepentingan nasional AS dan sekutunya.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap sikap Iran dalam perundingan nuklir terbaru.
Ilmuwan cedera otak setelah menguji perangkat radiasi mikro eksperimental yang dirancang untuk membantah keberadaan Sindrom Havana.
Donald Trump menegaskan armada besarĀ USS Abraham Lincoln AS tengah bergerak menuju kawasan sekitar Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved