Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat dan Israel dilaporkan tengah membahas kemungkinan pengerahan pasukan khusus ke Iran untuk mengamankan stok uranium yang diperkaya tinggi.
Opsi tersebut disebut menjadi bagian dari skenario lanjutan konflik dan telah dipertimbangkan oleh Presiden AS Donald Trump bersama para penasihat keamanan nasionalnya.
Laporan portal Axios pada Minggu (8/3) menyebutkan pembahasan tersebut melibatkan sejumlah pejabat dari kedua negara. Media itu mengutip empat sumber yang mengetahui diskusi tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya juga disebut telah menyampaikan bahwa pasukan AS berpotensi dikirim ke Iran pada tahap berikutnya untuk mengamankan material uranium yang diperkaya.
Menurut laporan Axios yang mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, pemerintahan Trump saat ini mempertimbangkan dua skenario utama terkait penanganan uranium Iran.
Opsi pertama adalah memindahkan seluruh stok uranium yang diperkaya keluar dari wilayah Iran. Sementara opsi kedua adalah mengirim tim ahli senjata nuklir ke Iran untuk menurunkan tingkat pengayaan uranium tersebut secara langsung di lokasi.
Dalam skenario kedua, misi teknis tersebut kemungkinan akan melibatkan para ilmuwan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
IAEA selama ini dikenal sebagai lembaga pengawas internasional yang bertugas memantau program nuklir berbagai negara untuk memastikan kepatuhan terhadap perjanjian nonproliferasi nuklir.
Axios juga melaporkan bahwa rencana operasi tersebut sebenarnya telah menjadi salah satu opsi yang dipresentasikan kepada Presiden Trump bahkan sebelum konflik dengan Iran pecah.
Mengutip dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, media itu menyebutkan bahwa skenario pengerahan pasukan khusus telah dibahas dalam tahap awal perencanaan kebijakan keamanan nasional AS.
Sejumlah pejabat pertahanan Israel juga disebut terus mengikuti perkembangan diskusi tersebut.
Seorang pejabat pertahanan Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Trump bersama para penasihatnya saat ini secara serius mempertimbangkan opsi pengerahan pasukan khusus untuk menjalankan misi terbatas di wilayah Iran guna mengamankan material nuklir yang sensitif. (Fer/I-1)
Menelusuri status terbaru uranium Iran per Maret 2026, level pengayaan, kondisi fasilitas Natanz pasca-serangan, dan analisis IAEA.
AS tuntut Iran bongkar fasilitas nuklir Fordow, Natanz, Isfahan dan serahkan 10.000 kg uranium dalam perundingan permanen di Jenewa. Simak poin kesepakatannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved