Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Upaya Meredam Konflik Timur Tengah, Menlu Tiongkok Hubungi Menlu Iran, Oman, dan Prancis

Media Indonesia
03/3/2026 12:18
Upaya Meredam Konflik Timur Tengah, Menlu Tiongkok Hubungi Menlu Iran, Oman, dan Prancis
Ilustrasi(Dok AFP)

 

MENTERI Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, melakukan serangkaian panggilan telepon pada Senin (2/3) malam dengan beberapa menteri luar negeri membahas situasi terkini di Timur Tengah. Mereka adalah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi, dan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot.

Tekanan Tiongkok kepada AS dan Israel

Dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Selasa (3/3), disebutkan Wang Yi juga menyampaikan bahwa Tiongkok telah mendesak Amerika Serikat dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer, menghindari peningkatan ketegangan lebih lanjut, serta mencegah konflik meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah.

Wang Yi menekankan keyakinannya bahwa Iran mampu menjaga stabilitas nasional dan sosial, tetap mendapat pengertian dari negara-negara tetangga, serta memastikan keselamatan warga dan institusi Tiongkok di Iran.

"Wang Yi juga menegaskan bahwa Tiongkok menghargai persahabatan tradisional Tiongkok-Iran, mendukung Iran dalam mempertahankan kedaulatan, keamanan, keutuhan wilayah, dan martabat nasionalnya, serta mendukung Iran dalam melindungi hak dan kepentingan sahnya."

Reaksi Iran terhadap operasi militer AS

Abbas Araghchi menyampaikan perkembangan terbaru kawasan dan menyoroti tindakan AS terhadap Iran di tengah perundingan yang sedang berlangsung:

"Perundingan putaran ini telah mencapai kemajuan positif, namun tindakan AS melanggar seluruh hukum internasional dan telah melewati garis merah Iran. Iran tidak memiliki pilihan lain selain melakukan pembelaan diri secara penuh."

Peran Oman dalam mediasi kawasan

Dalam percakapan dengan Menlu Badr Albusaidi, Wang Yi menekankan upaya mediasi Oman dan pentingnya mencegah eskalasi konflik:

"Prioritas utama saat ini adalah segera menghentikan operasi militer, mencegah meluasnya konflik, dan menghindari situasi jatuh ke titik yang tidak dapat dipulihkan. Tiongkok mendesak semua pihak untuk melakukan upaya bersama demi tujuan tersebut serta mendukung Oman untuk tetap pada niat awalnya dan melanjutkan upaya perdamaian."

Wang Yi menambahkan dukungan Tiongkok terhadap negara-negara Teluk

"Meluasnya perang tidak sejalan dengan kepentingan mendasar dan jangka panjang negara-negara Teluk, Tiongkok berharap negara-negara Teluk memperkuat kemandirian dan otonomi, menentang campur tangan eksternal, mengembangkan hubungan bertetangga yang baik, meningkatkan solidaritas dan kerja sama, serta benar-benar memegang masa depan dan nasib mereka di tangan sendiri."

Menlu Badr menekankan risiko eskalasi dan korban akibat operasi militer.

"Apabila perang ini terus berlanjut, akan menimbulkan lebih banyak korban jiwa dan kerugian harta benda. Saat ini semua pihak harus bersama-sama mendorong gencatan senjata dan penghentian konflik secepat mungkin."

Ia menambahkan bahwa Oman berharap Tiongkok dapat berperan positif dan memastikan keselamatan warga Tiongkok di wilayahnya:

"Dalam momen yang sensitif dan situasi yang kompleks saat ini, Oman berharap Tiongkok memainkan peran penting. Oman juga akan sepenuhnya menjaga keselamatan warga negara dan lembaga Tiongkok di Oman."

Diskusi dengan Prancis

Dalam pembicaraan dengan Menlu Jean-Noel Barrot, Wang Yi menegaskan perlunya komunitas internasional menentang tindakan yang melanggar hukum internasional:

"Negara besar tidak boleh bertindak sewenang-wenang menyerang negara lain dengan mengandalkan keunggulan militer, dan dunia tidak boleh kembali pada hukum rimba. Nuklir Iran pada akhirnya harus kembali ke jalur penyelesaian politik dan diplomatik."

Wang Yi berharap Prancis dapat bersikap objektif dan rasional.

"Wang Yi berharap pihak Prancis mempertahankan posisi objektif dan adil, bersikap tenang dan rasional, serta bersama Tiongkok mendorong situasi berkembang ke arah yang lebih mereda dan bersama-sama menjaga norma dasar hubungan internasional."

Barrot menekankan tanggung jawab kedua negara sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

"Operasi militer AS dan Israel terhadap Iran tidak dikonsultasikan dengan Dewan Keamanan PBB dan tidak memperoleh otorisasi Dewan Keamanan. Saat ini semua pihak perlu bersama-sama mendorong penurunan eskalasi situasi dan menyelesaikan isu nuklir Iran serta persoalan terkait lainnya melalui perundingan," ujarnya Barrot.

Barrot menambahkan harapan untuk bekerja sama dengan Tiongkok.

"Tiongkok, kata Barrot, memiliki hubungan baik dengan Iran maupun negara-negara kawasan Teluk sehingga Prancis berharap dapat bekerja sama dengan Tiongkok untuk memainkan peran positif dalam meredakan situasi kawasan," tutupnya.

Serangan dan Korban Terbaru

AS dan Israel melakukan serangan ke sejumlah kota di Iran pada Sabtu (28/2), menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta pejabat militer senior lainnya seperti Mohammad Pakpour, Abdulrahim Mousavi, Aziz Nasirzadeh, dan Ali Shamkhani.

Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, aset AS, dan negara-negara Teluk. Tiga personel AS dilaporkan tewas dan lima lainnya luka serius.

Bulan Sabit Merah Iran, Senin (2/3), melaporkan jumlah korban tewas mencapai 555 orang akibat serangan tersebut. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya