Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Dunia Sains Berduka, Ilmuwan Caltech Tewas Ditembak depan Rumahnya

Asha Bening Rembulan
27/2/2026 23:15
Dunia Sains Berduka, Ilmuwan Caltech Tewas Ditembak depan Rumahnya
Ilustrasi(freepik)

SEORANG ilmuwan ternama dari California Institute of Technology (Caltech) yang mempelajari bidang astronomi dan astrofisika tewas ditembak di rumahnya di kawasan pedesaan luar Los Angeles.

Carl Grillmair, 67 tahun, tewas akibat luka tembak di bagian tubuh pada hari Senin (16/2/2026) di Llano. Departemen sheriff wilayah tersebut telah menangkap seorang tersangka dalam pembunuhan Grillmair yang diidentifikasi sebagai Freddy Snyder.

Snyder yang berumur 29 tahun itu menghadapi dakwaan pembunuhan terkait kematian Grillmair bersamaan dengan tuduhan perampasan mobil dan pencurian terkait kasus lainnya. 

Kronologi Penembakan Carl Grillmair

Petugas kepolisian setempat menanggapi panggilan darurat yang melaporkan penyerangan dengan senjata mematikan di rumah Grillmair setelah pukul 6 pagi pada hari Senin. Petugas yang datang menemukan Grillmair di beranda depan rumahnya dan tim paramedis menyatakan ia meninggal di tempat.

Saat menyelidiki kasus ini, petugas dilaporkan menangkap Snyder sehubungan dengan perampokan mobil yang terjadi di dekat lokasi kejadian. Pihak berwenang mendakwa Snyder dengan pembunuhan Grillmair, perampokan mobil di dekat lokasi kejadian, dan pencurian yang dilaporkan pada 28 Desember.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada kejelasan apakah Grillmair mengenal Snyder.

Riwayat Hidup Sang Ilmuwan Brilian

Grillmair lahir pada tahun 1959. Sejak kecil, ia sudah tertarik pada bidang astronomi dan berhasil mendapatkan gelar sarjana di bidang astrofisika dari University of Calgary dan diikuti oleh gelar master dari University of Victoria dan gelar PhD dari Australian National University.

Semenjak tahun 1997, Grillmair telah aktif bergabung dengan Infrared Processing and Analysis Center (IPAC) di Caltech. Selama hampir 30 tahun berkecimpung di IPAC, ia telah mengerjakan berbagai proyek, termasuk sebagai ilmuwan penjaminan mutu dan operator jalur pipa dalam misi NASA untuk mencari asteroid dan komet di tata surya.

Salah satu penemuan Grillmair yang paling berdampak adalah keberhasilannya dalam menangkap cahaya dari planet-planet di luar tata surya atau eksoplanet. Dalam publikasi tersebut, Grillmair berhasil mengidentifikasi molekul-molekul di atmosfernya.

Baru-baru ini, Grillmair tengah memulai sebuah proyek untuk menguji instrumentasi baru di Observatorium Palomar Caltech untuk memantau dampak meteor di permukaan Bulan selama gerhana bulan yang akan datang. 

Sepanjang karier penelitiannya, Grillmair telah menerima Medali Prestasi Ilmiah Luar Biasa NASA pada 2011. Ia juga dianugerahi lebih dari 400 jam waktu penggunaan Teleskop Hubble dan Spitzer. Bahkan, saat kematiannya, Grillmair tengah mempersiapkan tiga makalah penelitian. 

“Beliau adalah bagian dari fondasi IPAC selama bertahun-tahun dan kepergiannya berdampak bagi kita semua,” ungkap Tom Greene, Direktur Eksekutif IPAC.

Sumber: The Guardian, Caltech



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya