Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Studi Ungkap Penurunan Ukuran Ikan Terbesar di Sungai Mekong

Ferdian Ananda Majni
17/2/2026 14:07
Studi Ungkap Penurunan Ukuran Ikan Terbesar di Sungai Mekong
Ilustrasi(Xinhua)

STUDI terbaru di jurnal Biological Conservation mengungkap ikan-ikan raksasa di Sungai Mekong menyusut hingga 40% dalam tujuh tahun terakhir. Peneliti memperingatkan kondisi ini mengancam keseimbangan ekosistem dan ketahanan pangan jutaan warga di Asia Tenggara.

Salah satu contoh paling mencolok adalah ikan lele raksasa Mekong yang sebelumnya dapat mencapai berat rata-rata 180 kilogram. 

Kini, beratnya diperkirakan hanya sekitar 80 kilogram, turun sekitar 55 persen dalam 25 tahun terakhir. 

Spesies lain yang juga mengalami penyusutan adalah ikan salmon mas raksasa (Aaptosyax grypus), dan ikan barb raksasa (Catlocarpio siamensis), ikan mas (Cyprinus carpio) terbesar di dunia sekaligus ikan nasional Kamboja. Keduanya kini berstatus sangat terancam punah.

Sebagai sungai terpanjang di Asia Tenggara dengan panjang sekitar 4.900 kilometer, Sungai Mekong mengalir melewati Tiongkok, Myanmar, Laos, Thailan, Kamboja, dan Vietnam sebelum bermuara di Laut China Selatan melalui delta subur di Vietnam. 

Kawasan ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan produktivitas pertanian yang besar.

Para peneliti menduga penyusutan ukuran ikan dipicu oleh praktik penangkapan ikan berlebihan yang menargetkan individu terbesar, serta diperparah oleh pembangunan bendungan dan kerusakan habitat. 

Ketika pemburu terus menangkap ikan berukuran besar, populasi cenderung berevolusi menjadi lebih kecil. Fenomena serupa juga telah tercatat pada sejumlah spesies laut seperti salmon dan ikan kod.

Perubahan ukuran ini berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem. Ikan berukuran besar berperan penting dalam siklus nutrisi dan rantai makanan. 

Selain itu, ikan yang lebih kecil menghasilkan telur jauh lebih sedikit. Seekor lele seberat 300 kilogram, misalnya, dapat menghasilkan keturunan 10 hingga 20 kali lebih banyak dibandingkan lele seberat 50 kilogram. 

Banyak spesies besar juga memiliki umur panjang dan mencapai kematangan reproduksi lebih lambat, sehingga peningkatan angka kematian dapat mempercepat penurunan populasi.

Temuan ini didasarkan pada data pemantauan selama tujuh tahun di 23 lokasi di cekungan Mekong bagian bawah yang mencakup 257 spesies ikan. Tren serupa juga mulai terlihat di wilayah lain Asia Tenggara.

"Beberapa bagian Sungai Mekong masih menjadi salah satu benteng keanekaragaman hayati terakhir di dunia, yang menyimpan banyak ikan yang terancam punah," kata Ngor Peng Bun dari Universitas Pertanian Kerajaan Kamboja.

"Penurunan spesies ikan berukuran besar yang kami amati menunjukkan bahwa status stok ikan di cekungan tersebut tidak dalam kondisi baik, sehingga memerlukan tindakan mendesak untuk pengelolaan dan konservasi perikanan yang efektif," tambahnya.

Selain nilai ekologisnya, ikan-ikan berukuran besar ini juga memiliki arti penting bagi ekonomi, budaya dan ketahanan pangan masyarakat di sepanjang lembah Mekong. 

Ikan lele raksasa Mekong bahkan kerap digambarkan dalam seni cadas kuno dan cerita rakyat setempat, dipandang sebagai simbol kesehatan sungai, ekosistem yang kini menghadapi tekanan berat akibat aktivitas manusia. (The Guardian/Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik