Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Aktivis Tewas saat Demo Kampus, Otoritas Prancis Buru Pelaku Bertopeng

Ferdian Ananda Majni
17/2/2026 13:54
Aktivis Tewas saat Demo Kampus, Otoritas Prancis Buru Pelaku Bertopeng
Maud Bregeon, juru bicara pemerintah, difoto di sini setelah rapat kabinet.(LP/Jean-Baptiste Quentin)

OTORITAS Prancis membuka penyelidikan pembunuhan terkait tewasnya seorang aktivis sayap kanan dalam insiden kekerasan di Lyon, Prancis pekan lalu. Pemerintah menilai kelompok sayap kiri garis keras turut berkontribusi terhadap situasi yang berujung fatal tersebut.

Menurut laporan AFP, Quentin Deranque, 23, meninggal dunia setelah mengalami cedera otak serius akibat pengeroyokan oleh sedikitnya enam orang. 

Serangan terjadi pada Kamis, (12/2), di sela aksi protes kelompok sayap kanan terhadap seorang politisi sayap kiri yang berbicara di sebuah universitas di Lyon. 

Jaksa Lyon, Thierry Dran, menyampaikan dalam konferensi pers bahwa kasus ini diselidiki sebagai pembunuhan yang disengaja dan penyerangan yang diperparah.

Hingga kini belum ada penangkapan. Aparat masih berupaya mengidentifikasi para pelaku yang mengenakan penutup wajah saat kejadian berlangsung.

Peristiwa tersebut memicu ketegangan politik antara kelompok kanan dan kiri ekstrem di Prancis, terutama menjelang pemilihan kota pada Maret dan pemilihan presiden 2027. Partai sayap kanan National Rally dinilai memiliki peluang kuat dalam kontestasi mendatang.

Pemerintah menuding retorika dari partai kiri radikal La France Insoumise turut memperkeruh suasana politik dan memicu kekerasan yang berujung pada kematian Deranque.

Kelompok anti-imigrasi Nemesis menyatakan Deranque hadir dalam aksi tersebut untuk melindungi para anggotanya, yang mereka klaim fokus memerangi kekerasan terhadap perempuan Barat. 

Nemesis juga menuding Jeune Garde, kelompok pemuda anti-fasis yang didirikan bersama oleh seorang anggota parlemen dari LFI sebelum terpilih, sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Namun, kelompok tersebut membantah keterlibatan dalam insiden tersebut.

Juru bicara pemerintah, Maud Bregeon, menuduh LFI telah mendorong iklim kekerasan selama bertahun-tahun, pernyataan yang semakin memperdalam perdebatan politik di tengah meningkatnya polarisasi menjelang agenda pemilu nasional. (AFP/Fer/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik