Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

5 Negara yang Mengembangkan Jet Tempur Generasi Keenam, Berikut Spesifikasinya!

 Gana Buana
10/2/2026 22:03
5 Negara yang Mengembangkan Jet Tempur Generasi Keenam, Berikut Spesifikasinya!
Jet tempur generasi keenam yang dikembangkan 5 negara utama pada 2026(Dok. Airspace)

DUNIA militer di tahun 2026 tengah menyaksikan pergeseran paradigma besar-besaran. Jika satu dekade lalu F-35 Lightning II dan J-20 Mighty Dragon dianggap sebagai puncak teknologi, kini perhatian dunia beralih ke jet tempur generasi keenam.

Pesawat-pesawat masa depan ini tidak hanya mengandalkan fitur siluman (stealth), tetapi juga integrasi penuh dengan kecerdasan buatan (AI) dan kemampuan mengendalikan kawanan drone tak berawak.

Berikut adalah 5 negara dan aliansi utama yang memimpin perlombaan pengembangan jet tempur generasi keenam di tahun 2026.

1. Amerika Serikat: Next Generation Air Dominance (NGAD)

Amerika Serikat tetap menjadi pionir dengan program Next Generation Air Dominance (NGAD). Berbeda dengan pesawat tempur konvensional, NGAD dikembangkan sebagai sebuah "sistem dari sistem". Artinya, pesawat berawak ini akan bertindak sebagai pusat komando bagi beberapa drone pengawal yang disebut Collaborative Combat Aircraft (CCA) atau Loyal Wingman.

Meskipun biaya per unitnya diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni sekitar 3,1 triliun hingga 4,6 triliun Mata Uang Rupiah (estimasi kurs 2026), Pentagon terus memacu proyek ini untuk menggantikan F-22 Raptor. Fokus utamanya adalah stealth broadband yang mampu mengecoh radar frekuensi rendah sekalipun.

2. Tiongkok: Kejutan Pesawat Tanpa Ekor

Tiongkok membuat kejutan besar pada akhir 2024 dan sepanjang 2025 dengan uji terbang prototipe jet tempur tanpa ekor (tailless). Pesawat yang sering disebut sebagai bagian dari proyek White Emperor atau J-36 ini didesain untuk memiliki tingkat siluman yang jauh melampaui J-20.

Keunggulan Tiongkok terletak pada kecepatan produksi dan integrasi sistem peperangan elektronik yang masif. Di tahun 2026, Tiongkok diprediksi menjadi pesaing terberat AS dalam perlombaan dominasi udara di kawasan Indo-Pasifik.

Info Penting: Manned-Unmanned Teaming (MUM-T)

Konsep utama generasi keenam adalah satu pesawat berawak yang mengomandoi kawanan drone (swarm drones). Drone ini bertugas melakukan pengintaian, menjadi umpan, bahkan melakukan serangan bunuh diri untuk melindungi pesawat induk.

3. Inggris (bersama Italia dan Jepang): Global Combat Air Programme (GCAP)

Inggris memimpin aliansi trilateral melalui Global Combat Air Programme (GCAP), yang sebelumnya dikenal sebagai proyek Tempest. Bergabungnya Jepang ke dalam aliansi ini membawa suntikan teknologi sensor dan pendanaan yang signifikan.

GCAP dirancang untuk mulai beroperasi pada pertengahan 2030-an. Fitur unggulannya adalah kokpit virtual yang menggunakan teknologi Augmented Reality (AR), sehingga pilot tidak lagi melihat instrumen fisik, melainkan proyeksi digital langsung pada kaca helm.

4. Prancis (bersama Jerman dan Spanyol): Future Combat Air System (FCAS)

Aliansi Eropa daratan yang dipimpin oleh Prancis tengah mengembangkan Future Combat Air System (FCAS) atau SCAF. Fokus utama proyek ini adalah "Combat Cloud", sebuah jaringan data raksasa yang memungkinkan pesawat tempur, drone, dan satelit bertukar informasi secara real-time dalam hitungan milidetik.

Meskipun sempat terkendala pembagian beban kerja antarnegara, di tahun 2026 proyek ini telah memasuki fase demonstrator teknologi yang sangat krusial bagi kedaulatan pertahanan Uni Eropa.

5. Rusia: Ambisi Hipersonik MiG-41

Rusia melalui biro desain Mikoyan terus mengejar proyek PAK DP yang lebih dikenal sebagai MiG-41. Berbeda dengan negara Barat yang fokus pada stealth dan jaringan, Rusia memilih jalur kecepatan ekstrem dan ketinggian terbang.

MiG-41 diklaim mampu mencapai kecepatan lebih dari Mach 4 (sekitar 4.900 km/jam) dan beroperasi di batas atmosfer bumi (near-space). Jet ini dirancang sebagai interseptor untuk menghancurkan rudal hipersonik dan satelit musuh.

Program Negara Utama Fokus Utama
NGAD Amerika Serikat Broadband Stealth & Drone CCA
J-36 / White Emperor Tiongkok Tailless Design & AI Integration
GCAP (Tempest) Inggris, Italia, Jepang Virtual Cockpit & Sensor Fusion
FCAS / SCAF Prancis, Jerman, Spanyol Combat Cloud & Swarm Drones
MiG-41 (PAK DP) Rusia Mach 4+ Speed & Near-Space Flight

Kesimpulan

Perlombaan jet tempur generasi keenam bukan lagi sekadar tentang siapa yang memiliki pesawat tercepat, melainkan siapa yang memiliki sistem kecerdasan buatan dan jaringan data paling andal. Dengan ancaman konflik global yang semakin kompleks di tahun 2026, kelima negara ini berlomba untuk memastikan langit mereka tetap tidak tertembus oleh teknologi lawan.

FAQ (People Also Ask)

1. Kapan jet tempur generasi keenam mulai beroperasi?
Sebagian besar ditargetkan mulai masuk layanan aktif antara tahun 2030 hingga 2035.

2. Apa perbedaan utama dengan generasi kelima seperti F-35?
Fokus pada pengendalian drone dan kecerdasan buatan, bukan sekadar stealth.

3. Apakah pilot manusia masih dibutuhkan?
Ya, namun perannya berubah menjadi komandan taktis, bukan sekadar penerbang.

4. Berapa harga satu unit jet generasi keenam?
Diperkirakan mencapai lebih dari Rp3 triliun per unit.

5. Negara mana yang paling maju saat ini?
Amerika Serikat (NGAD) dan Tiongkok (White Emperor) saat ini memimpin dalam tahap prototipe. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya