Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, secara langsung memantau uji coba peluncuran rudal hipersonik di Pyongyang, menurut laporan media pemerintah, Senin (5/1). Langkah ini dilakukan di tengah memanasnya suhu geopolitik global, terutama pasca intervensi militer Amerika Serikat di Amerika Latin dan manuver diplomatik di kawasan Asia Timur.
Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan bahwa unit di bawah kelompok serangan utama Tentara Rakyat Korea melakukan latihan ini untuk mengevaluasi kesiapan sistem senjata dan memverifikasi kapasitas misi tempur negara tersebut. Rudal yang diluncurkan dari Distrik Ryokpho, Pyongyang, Minggu (4/1), itu dilaporkan berhasil menghantam target di Laut Timur yang berjarak 1.000 kilometer.
Militer Korea Selatan mendeteksi peluncuran rudal tersebut pada Minggu sekitar pukul 07.50 waktu setempat. Uji coba ini berlangsung beberapa jam sebelum Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bertolak ke Beijing untuk melakukan pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping. Peluncuran juga terjadi di tengah dinamika geopolitik global, menyusul pengumuman Amerika Serikat mengenai operasi militer besar-besaran yang menangkap pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.
"Melalui latihan peluncuran hari ini, kita dapat mengonfirmasi bahwa tugas teknologi pertahanan nasional yang sangat penting telah terlaksana. Para prajurit rudal telah menunjukkan kesiapan kekuatan nuklir DPRK tanpa ragu," ujar Kim Jong-un sebagaimana dikutip oleh KCNA.
Kim menegaskan bahwa Pyongyang kini telah menempatkan kekuatan nuklirnya pada 'dasar praktis' yang siap menghadapi perang nyata. Ia menyerukan peningkatan berkelanjutan pada sistem senjata ofensif sebagai upaya pertahanan diri yang esensial. Secara spesifik, Kim menyinggung bahwa penguatan pencegah nuklir ini diperlukan sebagai respons atas krisis geopolitik baru-baru ini dan peristiwa internasional yang ia sebut rumit.
Meskipun KCNA tidak merinci krisis yang dimaksud, pernyataan ini muncul tak lama setelah Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengecam keras serangan militer AS yang menangkap pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro. Pyongyang menyebut tindakan Washington tersebut sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan yang paling serius.
Analisis militer Seoul menunjukkan bahwa rudal yang diuji kemungkinan adalah Hwasong-11Ma, varian rudal hipersonik yang dikembangkan dari basis rudal KN-23.
Korea Defense Forum menilai bahwa jika uji coba tahun lalu berfokus pada presisi jarak pendek, tes kali ini bertujuan untuk menguji jangkauan maksimal serta kemampuan luncur rudal pada ketinggian rendah guna menghindari sistem radar pertahanan udara lawan. Dalam kesempatan tersebut, Kim didampingi oleh pejabat tinggi militer termasuk Jang Chang-ha, Kepala Administrasi Rudal, dan Kim Jong-sik dari Komite Sentral partai yang berkuasa. (Yonhap/B-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved