Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

AS Pangkas Rencana Tarif Impor Pasta Italia, Berkah Bagi Pencinta Kuliner

Thalatie K Yani
02/1/2026 10:14
AS Pangkas Rencana Tarif Impor Pasta Italia, Berkah Bagi Pencinta Kuliner
Ilustrasi(freepik)

DEPARTEMEN Perdagangan Amerika Serikat berencana mengurangi kenaikan tarif yang akan dikenakan pada produk dari belasan produsen pasta asal Italia. Keputusan ini membawa angin segar bagi rantai pasok pangan global setelah sebelumnya muncul ancaman kenaikan tarif yang fantastis.

Saat ini, sebagian besar produk dari Uni Eropa telah dikenakan tarif setidaknya 15%. Awalnya, pada Oktober lalu, pemerintah AS mengusulkan tarif khusus pasta sebesar 92%, yang jika digabungkan akan membuat total pungutan impor pasta Italia mencapai 107%. Namun, berdasarkan pengumuman terbaru, tarif tersebut dipangkas menjadi kisaran 24% hingga 29%.

Dalam laporan pra-awal yang diterbitkan Rabu waktu setempat, Departemen Perdagangan menyatakan tarif akhir akan diumumkan secara resmi pada 12 Maret mendatang. Keputusan untuk merekomendasikan tarif yang lebih rendah ini muncul setelah adanya evaluasi terhadap komentar tambahan yang diterima otoritas AS.

“Produsen pasta Italia telah menanggapi banyak kekhawatiran yang diajukan Departemen Perdagangan dalam penetapan awal, dan hal ini mencerminkan komitmen kami terhadap proses yang adil dan transparan,” ujar seorang pejabat Departemen Perdagangan kepada CNN.

Tuduhan Dumping 

Rencana pengenaan tarif ini berawal dari keluhan antidumping yang diajukan dua perusahaan Amerika Serikat, 8th Avenue Food & Provisions dan Winland Foods, pada Juli tahun lalu. Dua perusahaan asal Midwest tersebut menuduh sejumlah perusahaan Italia menjual pasta dengan harga yang tidak wajar rendah saat dikirim ke Amerika Serikat.

Hasil investigasi awal pada September menyatakan dua perusahaan besar, La Molisana dan Pastificio Lucio Garofalo, melakukan penjualan ke AS di bawah nilai normal. Laporan tersebut juga menyebut kedua perusahaan itu "tidak kooperatif" selama penyelidikan serta memberikan data yang "tidak lengkap dan tidak dapat diandalkan".

Kedua perusahaan tersebut tercatat memegang volume penjualan pasta terbesar ke pasar Amerika Serikat. Hingga berita ini diturunkan, baik La Molisana maupun Pastificio Lucio Garofalo belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar.

Respon Pemerintah Italia 

Langkah AS untuk menurunkan besaran tarif ini disambut baik pemerintah Italia. Kementerian Luar Negeri Italia melihat hal ini sebagai bentuk diplomasi perdagangan yang positif dan pengakuan atas itikad baik para produsen mereka.

"Penentuan ulang tarif ini adalah tanda pengakuan oleh otoritas AS atas kesediaan perusahaan kami untuk bekerja sama," tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Italia pada Kamis.

Penurunan tarif ini diprediksi akan menjaga stabilitas harga pasta di pasar Amerika Serikat, mengingat Italia merupakan salah satu pemasok utama produk pangan tersebut bagi konsumen di Negeri Paman Sam. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya