Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Raja Charles III Berduka, Swiss Tetapkan 5 Hari Berkabung Atas Tragedi Crans-Montana

Thalatie K Yani
02/1/2026 05:15
Raja Charles III Berduka, Swiss Tetapkan 5 Hari Berkabung Atas Tragedi Crans-Montana
Raja Charles III sampaikan pesan haru atas kebakaran bar di Crans-Montana yang tewaskan 40 orang. Swiss tetapkan 5 hari berkabung nasional.(Media Sosial X)

RAJA Charles III bersama Ratu Camilla menyatakan duka mendalam atas tragedi kebakaran maut yang melanda resor ski Crans-Montana, Swiss, pada malam pergantian tahun. Kebakaran di Bar Le Constellation tersebut merenggut sekitar 40 nyawa dan melukai 115 orang lainnya.

Melalui pernyataan resmi di media sosial, Raja Charles mengungkapkan kepedihan hatinya melihat perayaan anak muda yang berubah menjadi petaka.

"Sangat memilukan malam perayaan bagi kaum muda dan keluarga justru berubah menjadi tragedi mengerikan seperti ini," tulis sang Raja. Beliau juga menyampaikan kekagumannya atas kerja keras petugas penyelamat serta simpati mendalam bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Duka Nasional di Jantung Alpen 

Presiden Swiss, Guy Parmelin, menetapkan lima hari berkabung nasional sebagai penghormatan bagi para korban. Parmelin menyebut insiden ini sebagai salah satu peristiwa paling traumatis dalam sejarah Swiss.

"Ini adalah drama dengan skala yang tidak terbayangkan. Banyak kehidupan muda yang hilang dan terhenti begitu saja," ujar Parmelin. Ia menegaskan pemerintah bertanggung jawab memastikan tragedi serupa tidak terulang kembali demi masa depan generasi muda.

Kronologi dan Kesaksian Mencekam 

Kebakaran dimulai sekitar pukul 01.30 waktu setempat. Saksi mata menyebut api dipicu oleh kembang api atau flare yang dipasang pada botol sampanye, yang kemudian menyambar langit-langit bar. Dalam hitungan detik, api melahap seluruh ruangan, termasuk area ruang bawah tanah yang sesak oleh ratusan pengunjung, sebagian besar remaja.

Ulysse Brozzo, 16, seorang instruktur ski lokal, menggambarkan kepanikannya saat mengetahui banyak temannya berada di dalam bar tersebut. "Ini benar-benar tragedi total. Ada ratusan orang di dalam," katanya. Rekaman video menunjukkan kobaran api oranye membumbung dari gedung, sementara beberapa orang tergeletak tak berdaya di jalanan.

Proses Identifikasi dan Penanganan Medis 

Komandan Polisi Valais, Frédéric Gisler, mengerahkan 42 ambulans dan 13 helikopter untuk mengevakuasi korban ke berbagai rumah sakit spesialis di Sion, Lausanne, Jenewa, dan Zurich. Pihak Rumah Sakit Universitas Lausanne melaporkan tengah merawat 22 pasien usia muda, dengan delapan di antaranya dalam kondisi kritis.

"Ini akan menjadi proses yang panjang dan intensif, berlangsung selama beberapa minggu, bahkan mungkin berbulan-bulan," jelas Claire Charmet, Manajer Umum rumah sakit tersebut.

Hingga saat ini, tim forensik masih bekerja keras mengidentifikasi korban melalui sampel DNA. Tantangan berat muncul karena banyaknya korban yang merupakan turis mancanegara. Italia melaporkan 16 warga negaranya hilang, sementara 12 lainnya dipastikan terluka.

Jaksa Penuntut Valais, Beatrice Pilloud, menyatakan investigasi masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, termasuk memeriksa standarisasi pintu darurat dan tangga bangunan yang dilaporkan sangat sempit. Otoritas Swiss juga mengimbau para turis di kawasan tersebut untuk ekstra hati-hati guna menghindari kecelakaan lain yang dapat membebani sumber daya medis yang saat ini sudah melampaui kapasitas. (BBC/The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya