Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Negara yang Terletak Paling Utara di ASEAN Yaitu Myanmar, Ini Profilnya

Thalatie K Yani
29/12/2025 12:33
Negara yang Terletak Paling Utara di ASEAN Yaitu Myanmar, Ini Profilnya
Ilustrasi(freepik)

Asia Tenggara merupakan kawasan yang memiliki keragaman geografis yang luar biasa, mulai dari kepulauan tropis hingga pegunungan bersalju. Dalam konteks letak astronomis dan geografis, banyak masyarakat maupun pelajar yang kerap mencari tahu mengenai titik-titik ekstrem di kawasan ini. Secara definitif, negara yang terletak paling utara di ASEAN yaitu Myanmar (dahulu dikenal sebagai Burma). Posisi unik ini memberikan Myanmar karakteristik iklim dan topografi yang berbeda dibandingkan sembilan negara anggota ASEAN lainnya yang mayoritas beriklim tropis murni.

Mengetahui posisi geografis negara-negara di Asia Tenggara sangat penting untuk memahami dinamika geopolitik, ekonomi, dan keanekaragaman hayati di kawasan ini. Artikel ini akan mengupas tuntas profil geografis Myanmar sebagai titik paling utara di ASEAN, perbandingannya dengan negara lain, serta dampak letak astronomis tersebut terhadap kondisi alamnya.

Profil Geografis Myanmar sebagai Titik Utara ASEAN

Myanmar, yang secara resmi bernama Republik Persatuan Myanmar, memegang predikat sebagai negara paling utara di Asia Tenggara. Wilayah negara ini memanjang dari Laut Andaman di selatan hingga pegunungan Himalaya timur di utara. Letak ini menjadikan Myanmar sebagai jembatan darat antara Asia Tenggara dengan Asia Selatan dan Asia Timur.

Secara astronomis, wilayah Asia Tenggara terbentang dari lintang utara hingga lintang selatan. Myanmar menjadi penentu batas paling utara kawasan ini. Titik paling utara Myanmar berbatasan langsung dengan Republik Rakyat Tiongkok dan berada di sekitar pegunungan tinggi yang tertutup salju abadi.

Letak Astronomis Myanmar

Untuk memahami mengapa Myanmar disebut sebagai negara paling utara, kita perlu melihat koordinat astronomisnya. Myanmar terletak di antara:

  • Lintang: 9°58' Lintang Utara (LU) hingga sekitar 28°29' Lintang Utara (LU).
  • Bujur: 92°11' Bujur Timur (BT) hingga 101°10' Bujur Timur (BT).

Angka 28° Lintang Utara inilah yang menjadikan Myanmar sebagai negara dengan posisi tertinggi di peta ASEAN, jauh di atas negara-negara tetangganya seperti Thailand, Laos, dan Vietnam. Titik ujung utara ini berada di Negara Bagian Kachin, tepatnya di puncak Hkakabo Razi, yang juga merupakan gunung tertinggi di Asia Tenggara dengan ketinggian 5.881 meter di atas permukaan laut.

Batas-Batas Wilayah Myanmar

Sebagai negara yang terletak paling utara di ASEAN yaitu Myanmar, negara ini memiliki perbatasan darat yang sangat panjang dengan raksasa ekonomi dan populasi dunia. Berikut adalah batas-batas wilayah negara Myanmar:

  • Utara dan Timur Laut: Berbatasan langsung dengan Republik Rakyat Tiongkok (China).
  • Barat Laut: Berbatasan dengan India dan Bangladesh.
  • Timur: Berbatasan dengan Laos dan Thailand.
  • Selatan dan Barat Daya: Berbatasan dengan Laut Andaman dan Teluk Benggala.

Posisi strategis ini menempatkan Myanmar di persimpangan budaya dan perdagangan yang vital, namun juga memberikan tantangan tersendiri dalam hal pengamanan perbatasan di area pegunungan yang terjal.

Dampak Letak Lintang Terhadap Iklim

Status Myanmar sebagai negara paling utara memberikan keunikan iklim yang tidak dimiliki oleh negara ASEAN lainnya, termasuk Indonesia. Sebagian besar negara ASEAN beriklim tropis dengan dua musim (hujan dan kemarau) karena terletak di dekat garis khatulistiwa. Namun, karena wilayah utara Myanmar mencapai lintang 28° LU, negara ini memiliki variasi iklim subtropis.

Wilayah utara Myanmar, terutama di dataran tinggi Kachin, memiliki iklim subtropis yang sejuk. Bahkan, di puncak-puncak pegunungan tertingginya, terdapat salju abadi. Ini adalah satu-satunya tempat di Asia Tenggara di mana Anda dapat menemukan pegunungan bersalju sepanjang tahun. Sementara itu, bagian tengah dan selatan Myanmar tetap memiliki iklim tropis muson yang dipengaruhi oleh angin monsun, mirip dengan negara tetangganya.

Secara umum, Myanmar memiliki tiga musim:

  1. Musim Panas: Februari hingga Mei, dengan suhu yang sangat tinggi di dataran rendah.
  2. Musim Hujan: Mei hingga Oktober, dipengaruhi oleh monsun barat daya yang membawa curah hujan tinggi.
  3. Musim Dingin/Sejuk: Oktober hingga Februari, di mana suhu di bagian utara bisa turun drastis.

Perbandingan Titik Ekstrem Negara ASEAN Lainnya

Selain mengetahui bahwa negara yang terletak paling utara di ASEAN yaitu Myanmar, penting juga untuk mengetahui titik ekstrem lainnya sebagai perbandingan wawasan geografis kawasan Asia Tenggara. Berikut adalah rinciannya:

1. Negara Paling Selatan di ASEAN

Kebalikan dari Myanmar, negara yang terletak paling selatan adalah Indonesia. Titik paling selatan wilayah kedaulatan Indonesia (dan ASEAN) terletak di Pulau Pamana, Nusa Tenggara Timur, yang berada pada lintang 11° Lintang Selatan (LS).

2. Negara Paling Barat di ASEAN

Menariknya, selain menjadi yang paling utara, Myanmar juga memegang predikat sebagai negara paling barat di ASEAN. Batas bujur paling barat Myanmar (sekitar 92° BT) lebih menjorok ke arah barat dibandingkan ujung Pulau Sumatera di Indonesia (sekitar 95° BT).

3. Negara Paling Timur di ASEAN

Predikat negara paling timur dipegang oleh Indonesia. Wilayah paling timur ASEAN adalah Merauke di Provinsi Papua Selatan, yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini pada bujur sekitar 141° Bujur Timur (BT).

Kesimpulan

Pemahaman mengenai letak geografis negara-negara ASEAN memberikan gambaran betapa luas dan beragamnya kawasan ini. Dengan luas total daratan mencapai lebih dari 4,5 juta kilometer persegi, ASEAN membentang dari zona subtropis di utara hingga zona tropis di selatan khatulistiwa.

Sebagai kesimpulan, jawaban atas pertanyaan mengenai negara yang terletak paling utara di ASEAN yaitu Myanmar. Keberadaan Myanmar di ujung utara memberikan warna tersendiri bagi kekayaan alam Asia Tenggara, mulai dari hutan hujan tropis yang lebat hingga puncak Himalaya yang tertutup salju. Hal ini menegaskan bahwa ASEAN bukan hanya sekadar kumpulan negara kepulauan tropis, melainkan sebuah kawasan dengan kompleksitas geografis yang kaya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya