Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Misa Natal Perdana Paus Leo XIV Warnai Perubahan Tradisi Vatikan

Ferdian Ananda Majni
25/12/2025 10:11
Misa Natal Perdana Paus Leo XIV Warnai Perubahan Tradisi Vatikan
Paus Leo XIV.(AFP/ALBERTO PIZZOLI)

PAUS Leo XIV memimpin misa Natal pertamanya sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik pada Rabu (24/12) malam waktu Vatikan. Sebelum misa dimulai, ia menyempatkan diri menyapa ribuan umat yang memadati Lapangan Santo Petrus.

Dalam perayaan yang berlangsung dengan pendekatan berbeda dari pendahulunya, Paus Leo menegaskan bahwa Natal merupakan perayaan iman, kasih, dan harapan. Dalam khotbahnya, ia juga menyinggung persoalan global dengan mengkritik ekonomi yang terdistorisi. 

"Membuat kita memperlakukan manusia sebagai barang dagangan semata," ucapnya.

Sebelum misa, Paus Leo XIV menyampaikan ucapan selamat Natal di dalam Basilika Santo Petrus. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada umat yang mengikuti perayaan melalui layar besar di luar basilika meskipun cuaca diguyur hujan.

"Santo Petrus sangat besar tetapi sayangnya tidak cukup besar untuk menampung kalian semua,” katanya kepada sekitar 5.000 orang yang hadir di luar basilika.

Sebagai Paus pertama asal Amerika Serikat, Leo XIV dikenal mengusung gaya kepemimpinan yang lebih tenang, bijaksana, dan moderat dibandingkan pendahulunya, Paus Fransiskus, yang wafat pada 21 April lalu.

Misa Natal 2025 di Vatikan dihadiri para pejabat tinggi Gereja Katolik, diplomat, serta sekitar 6.000 umat Katolik. Menurut laporan AFP, Paus Leo menyampaikan khotbah yang bersifat sangat religius tanpa menyinggung secara langsung peristiwa-peristiwa aktual dunia.

Perayaan kelahiran Yesus Kristus tersebut turut diramaikan dengan perpaduan musik tradisional serta simbol-simbol liturgis, termasuk penempatan patung bayi Yesus di dalam palungan.

Dalam perubahan tradisi lainnya, Paus Leo memutuskan menggelar misa Natal pada waktu yang lebih siang dibandingkan para pendahulunya, yang biasanya memulai misa pada sore atau petang hari.

Ia juga menjadwalkan misa tambahan pada Kamis (25/12), bertepatan dengan Hari Natal. Keputusan ini menandai pembaruan tradisi yang telah berlangsung sejak masa Paus Yohanes Paulus II (1978-2005).

Selain itu, Paus Leo XIV dijadwalkan menyampaikan berkat Urbi et Orbi pada pukul 11.00 waktu setempat dari balkon Basilika Santo Petrus. Pada kesempatan tersebut, para Paus biasanya menyinggung konflik-konflik dunia dan menyerukan perdamaian global.

Sehari sebelumnya, Selasa (23/12), Paus Leo telah menyerukan gencatan senjata global selama perayaan Natal. Ia mengungkapkan kesedihan yang mendalam karena tampaknya Rusia menolak permintaan gencatan senjata di Ukraina.

"Saya memperbarui permintaan saya kepada semua orang yang berkehendak baik untuk menghormati hari perdamaian, setidaknya pada hari raya kelahiran Juru Selamat kita," pungkas Paus Leo di Castel Gandolfo. (AFP/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya