Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
TRAGEDI berdarah kembali mengguncang wilayah timur laut Nigeria. Setidaknya lima orang dilaporkan tewas setelah sebuah bom meledak di dalam masjid yang tengah dipadati jamaah di negara bagian Borno.
Juru bicara kepolisian setempat, Nahum Daso, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi di kawasan Pasar Gamboru, Maiduguri, tepat saat pelaksanaan ibadah salat malam (isya), Rabu (24/12) waktu setempat. Selain korban jiwa, ledakan tersebut menyebabkan 35 orang lainnya luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Rekaman amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kepanikan warga di sekitar area pasar tak lama setelah ledakan. Debu reruntuhan tampak menyelimuti udara sementara warga berusaha mengevakuasi korban dari puing-puing masjid.
Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengeklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, pola serangan di tempat ibadah dan pusat keramaian sering kali dikaitkan dengan taktik kelompok militan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Maiduguri merupakan jantung dari pemberontakan kelompok militan di Nigeria utara yang telah berlangsung sejak 2009. Wilayah ini menjadi basis operasi bagi kelompok Boko Haram dan pecahannya, Islamic State West Africa Province (ISWAP).
SUASANA di ibu kota negara bagian Borno, Nigeria, kini jauh berbeda dibanding satu dekade lalu ketika ledakan dan tembakan menjadi suara malam yang biasa.
TUDUHAN persekusi agama di Nigeria dinilai sebagai hal yang keliru dan tidak sejalan dengan kenyataan bahwa terorisme tidak mendiskriminasi berdasarkan agama atau suku.
Presiden Kamerun Paul Biya yang berusia 92 tahun muncul di kampanye pemilu untuk pertama kalinya sejak Mei.
PULUHAN orang tewas akibat serangan kelompok garis keras Boko Haram di timur laut Nigeria.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved