Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Hubungan dengan Indonesia Menguat, Stabilitas Politik Libya Dinilai Membaik

Ferdian Ananda Majni
16/12/2025 13:47
Hubungan dengan Indonesia Menguat, Stabilitas Politik Libya Dinilai Membaik
Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta (kanan).(Dok. Kemenlu )

PERKEMBANGAN terbaru di Libya dinilai semakin kondusif, seiring menguatnya peluang dialog dan rekonsiliasi nasional guna mendorong stabilitas politik jangka panjang.

Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta menyampaikan bahwa kondisi Libya menunjukkan kemajuan yang berarti dan membuka peluang bagi proses rekonsiliasi nasional guna membentuk pemerintahan bersama dengan dukungan komunitas internasional.

"Jadi kita mulai mengaktivasi kembali hubungan kita ini dengan kunjungan saya tiga bulan lalu. Dan dalam waktu singkat, hanya tiga bulan mereka sudah memberikan kunjungan balasan ke sini," kata Anis Matta usai Sidang Komisi Bersama Indonesia-Libya di Jakarta, Senin (15/12) malam.

Menurutnya, kedua negara telah menandatangani perjanjian bebas visa diplomatik serta kesepakatan kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Libya.

Pemerintah Libya juga dijadwalkan mengundang KADIN Indonesia untuk melakukan kunjungan ke Libya. 

Anis menambahkan bahwa potensi kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Libya cukup besar, meskipun nilai transaksi saat ini masih terbatas, yakni sekitar US$100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,6 triliun. Karena itu, kedua pihak sepakat untuk mendorong peningkatan volume perdagangan dan investasi.

"Kita ingin meningkatkan volume perdagangan dan investasi. Sementara ini turis Libya juga yang ke Indonesia lumayan banyak, sampai lima ribuan setahun," ujarnya.

Di sektor pendidikan, Indonesia menawarkan sebanyak 250 beasiswa bagi mahasiswa Libya dan menempatkan negara tersebut sebagai salah satu prioritas penerima beasiswa. Dia berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda Libya.

Anis Matta menyebut bahwa hingga saat ini sekitar seribu mahasiswa Libya telah menyelesaikan pendidikan di Indonesia di berbagai jenjang. Sementara itu, sekitar 200 mahasiswa Indonesia tercatat menempuh pendidikan di Libya.

Menanggapi situasi politik Libya, Anis Matta menilai Indonesia dapat berkontribusi dengan mendorong dukungan internasional agar proses perdamaian ditempuh secara mandiri oleh masyarakat Libya tanpa campur tangan asing.

"Sekarang waktunya mereka melakukan rekonsiliasi, berdamai kembali, dan membangun pemerintahan bersama. Tapi kita menginginkan proses itu adalah proses Libya-Libya, artinya biar mereka menyelesaikan dan kita pihak internasional mendukung apa pun yang disepakati oleh mereka," pungkasnya.

Kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Libya Emhemed Saeed Ali Zidan ke Indonesia kali ini merupakan kunjungan balasan atas lawatan resmi Anis Matta pada awal Oktober 2025 ke Libya. 

Kunjungan tersebut sekaligus menandai langkah konkret penguatan kembali hubungan bilateral kedua negara setelah lebih dari satu dekade Libya mengalami ketidakstabilan pascakejatuhan Muammar Ghadafi pada 2011. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya