Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

2 Mahasiswa Tewas dalam Penembakan Massal di Brown University Teridentifikasi, Perburuan Pelaku Masih Berlanjut

Thalatie K Yani
16/12/2025 10:17
2 Mahasiswa Tewas dalam Penembakan Massal di Brown University Teridentifikasi, Perburuan Pelaku Masih Berlanjut
Terduga Pelaku penembakan Brown University(FBI)

DUA mahasiswa yang tewas dalam penembakan massal di Brown University akhirnya diidentifikasi, sementara aparat masih memburu pelaku dua hari setelah serangan mengguncang kampus Ivy League tersebut. Korban tewas adalah Ella Cook dan Mukhammad Aziz Umurzokov. Insiden terjadi pada Sabtu sore ketika seorang pelaku berpakaian serba hitam melepaskan tembakan di sebuah ruang kuliah di Providence, Rhode Island. Sembilan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Pencarian pelaku kembali diintensifkan setelah pihak berwenang membebaskan seorang “person of interest” yang sempat ditahan pada Minggu. Pada Senin, penyidik merilis beberapa video pendek yang menampilkan sosok yang kini mereka cari. Rekaman tersebut memperlihatkan seseorang berpakaian hitam, mengenakan penutup wajah, jaket dan celana gelap, serta topi wol, berjalan di kawasan permukiman tak lama sebelum penembakan terjadi.

Keputusan membebaskan orang yang sempat ditahan, serta belum adanya penangkapan hingga beberapa hari setelah kejadian, memicu kegelisahan di kalangan komunitas kampus dan warga sekitar. Jaksa Agung Rhode Island Peter Neronha mengatakan tidak ada “dasar” hukum untuk menahan individu tersebut, seraya menambahkan bahwa bukti “kini mengarah ke arah yang berbeda”.

Direktur FBI Kash Patel menyatakan pihaknya menawarkan hadiah sebesar US$50.000 bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan pelaku. Kepala Kepolisian Providence Kolonel Oscar Perez mengatakan kepada wartawan, “Kami sudah memasuki jam ke-49, dan tidak ada yang lebih ingin memborgol individu ini selain kami.”

Penembakan terjadi sekitar pukul 16.00 waktu setempat di Gedung Teknik Holley, di sisi timur kampus Brown. Hingga kini, polisi belum mengungkap motif pelaku, maupun memastikan apakah serangan tersebut menargetkan individu tertentu atau dilakukan secara acak.

Wali Kota Providence Brett Smiley menyebut satu korban luka berada dalam kondisi kritis, tujuh lainnya stabil, dan satu orang telah dipulangkan dari rumah sakit. Sebagai langkah pengamanan, Brown University membatalkan seluruh ujian dan perkuliahan tatap muka yang tersisa untuk semester ini.

Duka mendalam datang dari berbagai pihak. College Republicans of America mengonfirmasi Ella Cook sebagai salah satu korban tewas. “Kami sangat terpukul atas kehilangan Wakil Presiden Brown College Republicans, Ella Cook,” tulis organisasi tersebut. “Ella dikenal berani, penuh kepedulian, dan berhati baik dalam melayani organisasi serta rekan-rekannya.” Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menulis, “Tak ada kata-kata. Doa kami untuk keluarga dan sahabatnya.”

Kementerian Luar Negeri Uzbekistan juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Mukhammad Aziz Umurzokov, warga negara Uzbekistan. Duta Besar AS untuk Uzbekistan Jonathan Henick mengatakan ia “sangat berduka” dan menyampaikan simpati kepada keluarga serta rekan-rekan korban. Bibi Umurzokov, Karina Gabit, mengatakan keponakannya bercita-cita menjadi ahli bedah saraf dan dikenal “sangat baik dan cerdas”.

Pada Minggu malam, warga dan sivitas akademika berkumpul dalam doa bersama dengan menyalakan lilin untuk mengenang para korban. Presiden Donald Trump turut menyampaikan harapannya agar para korban luka “segera pulih” dan menyampaikan penghormatan kepada keluarga korban tewas.

Menurut Gun Violence Archive, peristiwa ini menambah jumlah penembakan massal di Amerika Serikat menjadi 389 kasus tahun ini, dengan definisi empat atau lebih korban tewas atau luka, tidak termasuk pelaku. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya