Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GLETSER Doomsday adalah sebutan untuk Gletser Thwaites di wilayah Antartika Barat, yang memiliki peranan penting dalam menjaga kestabilan lapisan es di daerah tersebut.
Gletser ini menarik perhatian global karena kecepatan pencairannya serta potensi keruntuhannya yang bisa menyebabkan kenaikan permukaan laut secara signifikan, bahkan lebih dari satu meter dalam jangka panjang.
Selain hilangnya es itu sendiri, Thwaites juga memengaruhi ekosistem sekitarnya, sehingga keruntuhannya dapat memicu efek beruntun bagi wilayah di sekelilingnya, menjadikannya salah satu ekosistem paling krusial dan paling rentan di dunia.
Istilah Gletser Doomsday mengacu pada nama Gletser Thwaites, yang dinamai sesuai dengan ahli geologi Fredrik T. Thwaites. Terletak di Antartika Barat, gletser ini menjadi bagian dari lapisan es Antartika Barat (WAIS). Julukan ini diberikan karena potensi bahayanya yang signifikan terhadap kenaikan permukaan laut global.
Gletser Thwaites di Antartika Barat mendapatkan sebutan Gletser Doomsday karena ukurannya yang masif, setara dengan negara bagian Florida, serta kecepatan pencairannya yang luar biasa.
Jika gletser ini runtuh sepenuhnya, permukaan laut di seluruh dunia bisa meningkat drastis hingga sekitar 65 cm atau lebih, yang akan memiliki dampak besar bagi planet kita serta mengganggu kestabilan lapisan es di wilayah Antartika Barat.
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa arus bawah laut yang kuat sedang melemahkan lapisan es dalam dua lapisan penting di Antartika, yang dapat berkontribusi pada kenaikan permukaan laut secara global.
Secara geografis, Antartika dapat dianggap seperti kepalan tangan, di mana ibu jari mengarah ke Amerika Selatan. Pulau Pinus Gletser terletak dekat pangkal ibu jari ini, sementara Gletser Thwaites yang disebut Gletser Doomsday berada tepat di bawahnya.
Gletser Thwaites kehilangan es melalui proses pencairan dan pelepasan bongkahan es, di mana air yang menyusut dan potongan es mengalir langsung ke laut.
Semakin banyak es yang hilang, semakin besar dampaknya terhadap kenaikan permukaan laut global. Namun, kekhawatiran tidak hanya berhenti di situ. Thwaites juga berperan sebagai penghalang alami, melindungi ekosistem tetangganya seperti Pine Island dan Haynes.
Jika terjadi keruntuhan, ekosistem di sekitarnya kemungkinan besar juga akan menyusut, menyebabkan efek beruntun di seluruh lapisan es Antartika Barat (WAIS). Dalam situasi terburuk, keruntuhan ini bisa melepaskan cukup banyak es untuk meningkatkan permukaan laut secara global hingga 1,5 meter seiring waktu.
Thwaites sudah menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan yang serius. Saat ini, wilayah ini mengalami perubahan paling signifikan dibandingkan dengan sistem lain di Antartika, dengan laju pencairan yang sangat cepat dan lapisan yang paling lemah di benua tersebut. Keadaan ini menjadikan Thwaites sebagai fokus perhatian para ilmuwan iklim dan media.
Apa itu Gletser Doomsday adalah istilah untuk Gletser Thwaites di Antartika Barat, yang terkenal akan dampak besarnya terhadap kenaikan permukaan laut dunia.
Pencairan cepat Thwaites tidak hanya menyebabkan penambahan volume air ke laut, tetapi juga dapat merusak gletser di sekitar, memicu reaksi berantai yang dapat mengganggu kestabilan keseluruhan lapisan es Antartika Barat.
Mengingat potensi dampak yang sangat besar, Gletser Doomsday menjadi pusat perhatian penelitian ilmiah dan perhatian dunia terkait perubahan iklim. (Greenly Earth/Z-10)
Gletser ini menyumbang sekitar empat persen dari kenaikan permukaan laut tahunan dan memiliki potensi untuk menyebabkan kenaikan permukaan laut hingga 3 meter jika seluruhnya mencair.
Penelitian mereka, yang didokumentasikan dalam berbagai studi, memberikan gambaran yang lebih jelas tentang gletser rumit dan terus berubah ini. Para ilmuwan menyebut masa depan gletser ini
Lapisan es di sekitar sebuah bintang muda di galaksi Awan Magellan Besar menyimpan kejutan bagi dunia sains. Molekul-molekul kompleks yang menjadi dasar kehidupanĀ berhasil teridentifikasi
Penelitian satelit NASA menunjukkan penambahan massa es di Antarktika antara 2021-2023 akibat peningkatan presipitasi.
Meski dunia menjaga pemanasan global di bawah 1,5 derajat celcius, pencairan lapisan es di dunia tetap melaju tak terkendali.
Jelajahi misteri Antartika: dunia lain beku menyimpan rahasia kuno, anomali magnetik, dan fenomena tak terjelaskan. Temukan keajaiban tersembunyi! Lihat disini selengkapnya
Penelitian terbaru menggunakan model komputer untuk memprediksi aliran air di bawah lapisan es Antartika, yang mempengaruhi pergerakan gletser menuju samudra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved