Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Junta Myanmar Bombardir Rumah Sakit di Rakhine: 31 Korban Tewas, Kekerasan Meningkat Jelang Pemilu

Haufan Hasyim  Salengke
11/12/2025 12:47
Junta Myanmar Bombardir Rumah Sakit di Rakhine: 31 Korban Tewas, Kekerasan Meningkat Jelang Pemilu
Jet tempur militer Myanmar mengebom Rumah Sakit umum Mrauk-U di Negara Bagian Rakhine barat, yang berbatasan dengan Bangladesh.(RTE)

KEKERASAN di Myanmar kembali memuncak setelah militer (Junta) melancarkan serangan udara yang menargetkan sebuah rumah sakit umum di Negara Bagian Rakhine barat, menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 68 lainnya. Insiden tragis ini terjadi menjelang pemilihan umum yang telah ditetapkan oleh militer untuk dimulai pada 28 Desember.

Menurut Wai Hun Aung, seorang pekerja bantuan di lokasi kejadian, jet militer mengebom Rumah Sakit Umum Mrauk-U pada Rabu (10/12) malam waktu setempat. "Situasinya sangat mengerikan," ujarnya, mengonfirmasi 31 korban jiwa dan 68 korban luka, dengan jumlah yang diperkirakan akan terus bertambah. Setidaknya 20 jenazah yang diselimuti kain terlihat di luar fasilitas kesehatan tersebut semalam. Juru bicara junta belum memberikan komentar resmi.

Serangan ini menggarisbawahi peningkatan dramatis dalam penggunaan kekuatan udara oleh militer sejak mereka merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021, yang mengakhiri upaya pembangunan demokrasi selama satu dekade. Junta menggembar-gemborkan pemilu mendatang sebagai solusi untuk mengakhiri pertempuran. Namun, kelompok pemberontak telah bersumpah untuk menghalangi pemungutan suara di wilayah yang mereka kuasai, memaksa militer berjuang keras merebut kembali kendali.

Negara Bagian Rakhine, yang berbatasan dengan Bangladesh, mayoritas kini dikendalikan oleh Tentara Arakan (AA), sebuah kekuatan separatis etnis minoritas yang telah lama aktif. Departemen kesehatan AA melaporkan bahwa 10 pasien tewas di tempat dalam serangan yang terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

AA telah membuktikan diri sebagai salah satu kelompok oposisi paling kuat di Myanmar. Mereka merupakan peserta kunci dalam Aliansi Tiga Persaudaraan yang melancarkan serangan gabungan pada tahun 2023, membuat militer kewalahan dan memaksa junta memperkuat barisan dengan wajib militer.

Saat ini, AA dilaporkan menguasai semua kecuali tiga dari 17 kota di Rakhine, menunjukkan kesulitan besar yang dihadapi militer. Meskipun pemilu yang dijalankan militer menuai kritik internasional, termasuk dari PBB, Tiongkok justru mendukungnya, dengan alasan pemilu tersebut harus memulihkan stabilitas sosial di negara tetangga mereka.

Peningkatan serangan junta, khususnya terhadap fasilitas sipil seperti rumah sakit, menimbulkan kekhawatiran besar tentang keamanan dan legitimasi proses pemilu di tengah perang saudara yang kian memanas. (RTE/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik