Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Rp1,7 Miliar Siput Gourmet Dicuri dari Peternakan Prancis

Thalatie K Yani
01/12/2025 08:05
Rp1,7 Miliar Siput Gourmet Dicuri dari Peternakan Prancis
Ilustrasi(freepik)

SEBUAH peternakan siput di Prancis utara menjadi korban pencurian besar menjelang musim liburan. L'Escargot Des Grands Crus, yang berlokasi di Bouzy dekat Reims, melaporkan seluruh stok siput segar dan beku senilai sekitar €90.000 (Sekitar Rp1,7 miliar) telah hilang setelah peternakan mereka dibobol pada awal pekan.

Menurut laporan Franceinfo, pelaku memotong pagar pembatas sebelum memasuki area peternakan dan merangsek ke bangunan penyimpanan. Meskipun pencurian terjadi pada malam hingga Senin, laporan resmi kepada polisi baru diajukan beberapa hari kemudian. Kini, kepolisian setempat tengah memburu para pelaku, sementara pihak peternakan berupaya keras menambah stok demi memenuhi permintaan pelanggan di akhir tahun.

Tradisi Kuliner Prancis

Siput konsumsi atau escargot merupakan bagian penting dari tradisi kuliner Prancis, khususnya pada periode Natal dan Tahun Baru. Biasanya, hidangan ini disajikan dengan mentega bawang putih atau dimasak menggunakan anggur sebelum disajikan tanpa cangkangnya. Permintaan terhadap escargot selalu meningkat menjelang Desember, menjadikan periode ini sangat krusial bagi para produsen.

Dalam pernyataan yang dirilis Kamis lalu, L'Escargot Des Grands Crus menyampaikan rasa terkejut atas insiden tersebut. “Ini jelas bukan jenis pengumuman yang kami bayangkan menjelang liburan,” tulis pihak peternakan. Mereka menggambarkan kejadian itu sebagai “sebuah guncangan, ketidakmengertian, dan pukulan nyata bagi seluruh tim,” seraya menambahkan bahwa mereka kini berusaha mengisi kembali stok demi kebutuhan pelanggan.

Peternakan tersebut diketahui memasok produk ke sejumlah restoran. Salah satunya Les Crayères di Reims yang meraih satu bintang Michelin, serta berbagai toko makanan premium dan klien privat.

Foto-foto kondisi pascakejadian menunjukkan rak penyimpanan dan lemari pendingin hampir seluruhnya kosong. Jean-Mathieu Dauvergne, manajer peternakan, menjelaskan kepada Franceinfo bukan hanya produk siap jual yang hilang, tetapi juga stok bahan mentah dari laboratorium produksinya.

“Seluruh bagian produk jadi di toko dicuri, begitu juga stok bahan mentah di laboratorium saya,” kata Dauvergne. “Itu adalah stok akhir tahun saya... Kami memiliki jumlah yang pas untuk melewati liburan tanpa masalah.”

Dengan permintaan yang terus meningkat dan waktu persiapan yang semakin sempit, pihak peternakan kini berpacu melawan waktu agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pelanggan pada musim perayaan mendatang. (BBC/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik