Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
WORLD Stem Cell Summit 2025 atau KTT Sel Punca Global berlangsung di Amsterdam, Belanda. Ilmuwan pakar sel punca asal Indonesia yang menjabat sebagai Presiden World Council of Stem Cell (WOCS) Geneva Swiss dan Presiden World Organization of Clinical Preventive Medicine (WOCPM) Paris Prancis resmi memimpin KTT Dunia itu.
"Kami berharap melalui KTT ini, para pakar dan profesional industri berkumpul, berkolaborasi, menyusun ekosistem dunia yang tertata serta mengeksplorasi arah baru dalam bidang sel punca dan pengobatan regeneratif. KTT ini merupakan momentum penting untuk membawa dunia medis menuju masa depan yang lebih baik, meningkatkan riset, mengedepankan keselamatan pasien, dan mendorong penemuan baru di bidang stem cell maupun terapi genetik dan rekayasa jaringan," papar Deby dalam keterangan resmi, Rabu (19/11).
Penunjukan menjadi pemimpin KTT tersebut menjadi bentuk kepercayaan internasional terhadap dedikasi dan kontribusi Deby dalam pengembangan ilmu kedokteran regeneratif. Hal itu juga menandai kehormatan besar bagi Indonesia sekaligus menegaskan posisi bangsa dalam ekosistem ilmu kedokteran global.
Dalam forum itu, Deby turut mendeklarasikan kerja sama antara WOCS, American Physician of Stem Cell, dan sejumlah universitas internasional. Salah satu hasil pentingnya yaitu peluncuran program Master of Stem Cell yang dirancang sebagai kurikulum global untuk memperkuat kompetensi ilmiah dan klinis di bidang kedokteran regeneratif.
KTT 2025 juga menetapkan bahwa World Consensus of Stem Cell 2026 akan digelar di Inggris pada Oktober tahun depan. Acara ini dihadiri para pembicara dan ilmuwan dari berbagai negara, termasuk Belanda, Swiss, Jerman, Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, India, Dubai, Italia, dan Polandia.
Usai rangkaian acara di Amsterdam, Deby bertolak menuju Paris untuk mengikuti rapat World Anti-Aging Accreditation Board. Perjuangannya diawali dengan meneliti demi membantu penyembuhan ayahnya sehingga menjadi inspirasi bahwa bakti kepada orangtua dapat melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi umat manusia. (I-2)
Dalam sebuah makalah baru yang diterbitkan dalam jurnal Cell, para peneliti mendokumentasikan bahwa respons seluruh tubuh pada salamander axolotl ini dipicu oleh sistem saraf simpatik
Penelitian Universitas Tokyo menemukan sel punca penyebab uban juga dapat berubah menjadi kanker kulit, tergantung pada jenis stres DNA yang dialaminya.
Perlu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang potensi terapi sel punca dalam membantu pengelolaan berbagai penyakit, semisal kanker, diabetes,
Studi ini dilakukan menggunakan tikus jantan yang sengaja dibuat infertil melalui kondisi malnutrisi, sehingga testis mereka mengalami kerusakan dan tidak lagi mampu memproduksi sperma.
DUNIA kesehatan baik estetik, kebugaran, maupun bedah plastik semakin berkembang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved