Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Jenazah WNI Korban Kekerasan di Kamboja Direpatriasi

Syarief Oebaidillah
14/11/2025 15:37
Jenazah WNI Korban Kekerasan di Kamboja Direpatriasi
Jenazah WNI atas nama Argo Prasetyo (AP) asal Langkat, Sumatra Utara, telah diberangkatkan dari Phnom Penh, Kamboja.(Dok.KBRI Pnhom Penh)

JENAZAH WNI atas nama Argo Prasetyo (AP) asal Langkat, Sumatra Utara, pada Kamis (13/11) telah diberangkatkan dari Phnom Penh, Kamboja. Jenazah dijadwalkan tiba di Bandara Kualanamu, pada Jumat (14/11), untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. AP meninggal pada 30 September 2025.

Dalam laporan resminya,  Kepolisian Kamboja menjelaskan bahwa kematian AP dikarenakan cedera kepala yang berat (severe head injury). Pada akhir September 2025, AP ditemukan dalam kondisi terlantar di pinggir jalan di Provinsi Svay Rieng, sekitar 120 km dari Phnom Penh, dekat  perbatasan Kamboja-Vietnam. 

Saat ditemukan, karena tidak dapat berkomunikasi dengan baik akibat cedera di wajah dan tubuhnya, AP sempat disangka sebagai orang Vietnam. Namun, karena berita tentangnya menjadi viral di sosial media, akhirnya  diketahui bahwa AP adalah WNI.  

Saat itu pula KBRI Phnom Penh berusaha mencari tahu keberadaan AP sampai akhirnya pada pagi hari 30 September 2025 diketahui yang bersangkutan berada di RS Umum Svay Rieng. Sorenya, AP meninggal karena cedera yang  dialaminya.  

AP diduga kemungkinan bekerja di Kamboja secara non-prosedural. Tidak diketahui tempat perusahaan tempat almarhum sebelumnya bekerja. Kondisi ini menyulitkan proses penanganan jenazah. Akhirnya jenazah dapat dipulangkan ke tanah air setelah berhasil dihimpun bantuan pembiayaan dari donatur. 

Melalui keterangan hari ini, KBRI Phnom Penh secara resmi telah mendesak aparat hukum Kamboja untuk melakukan investigasi menyeluruh atas kasus kematian AP, yang patut diduga mendapatkan penganiayaan. Proses investigasi masih terus dilakukan oleh otoritas Kamboja. KBRI akan terus mengikuti perkembangannya.  

Hingga Triwulan III 2025, KBRI Phnom Penh telah menangani total 4.030  kasus WNI, naik lebih dari 50% dibandingkan periode yang sama pada 2024.  

Peningkatan kasus terus terjadi walaupun dalam berbagai kesempatan Dubes  RI Kamboja, Santo Darmosumarto, mengingatkan agar masyarakat Indonesia tidak mudah tergiur dengan lowongan pekerjaan di luar negeri yang menawarkan kerja mudah, gaji tinggi, dan minim persyaratan. 

"Diperlukan kesadaran dan kerja sama dari  segenap pihak untuk bersama-sama menangani permasalahan pelindungan WNI di Kamboja," tukas Dubes Santo. (E-2)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya