Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DRAMA panas melanda ajang Miss Universe 2025 di Thailand setelah Nawat Itsaragrisil, direktur Miss Universe Thailand sekaligus presiden Miss Grand International, memarahi sejumlah kontestan dan menyebut Miss Universe Meksiko, Fatima Bosch, “bodoh” dalam sebuah siaran langsung.
Ucapan tersebut langsung memicu aksi walkout dari beberapa peserta dan kecaman keras dari presiden Miss Universe Organization, Raul Rocha.
Insiden terjadi pada Selasa, 4 November, sekitar 13 menit setelah siaran dimulai. Dalam video yang masih beredar di Facebook Miss Universe Thailand, Nawat terlihat menegur Bosch karena tidak memposting materi promosi tentang Thailand, negara tuan rumah tahun ini.
Ia menuduh direktur nasional Miss Universe Meksiko melarang Bosch mengunggah konten terkait Thailand. Bosch berusaha menjelaskan bahwa hal itu hanya kesalahpahaman, namun Nawat memotong dengan nada tinggi:
“Bisakah kamu mengikuti langkah kami atau tidak? Bisa posting atau tidak? Bisa bantu promosikan Thailand atau tidak? Ya atau tidak?”
Setelah Bosch menjawab “ya”, Nawat menyuruhnya duduk. Tak berhenti di situ, ia menambahkan bahwa “polisi telah mengusir direktur Miss Universe Meksiko dari Thailand”, sebelum mengucapkan kata-kata yang jadi sumber kontroversi:
“Kalau kamu ikut arahan direktur nasionalmu, kamu kepala bodoh.”
Bosch yang tersinggung langsung berdiri dan menegur Nawat atas sikap kasarnya. Situasi memanas hingga Nawat memanggil tim keamanan, memicu desahan kaget dari para peserta.
Dengan tenang, Bosch kemudian berkata:
“Saya di sini mewakili negara saya. Bukan salah saya kalau Anda punya masalah dengan organisasi saya.”
Ia pun meninggalkan ruangan, disusul oleh kontestan dari Kanada, Armenia, dan Palestina, yang memilih keluar sebagai bentuk solidaritas.
Keesokan harinya, Raul Rocha, presiden Miss Universe Organization, merilis video pernyataan resmi. Ia mengutuk tindakan Nawat dan menyebut akan membatasi atau bahkan meniadakan peran Nawat dalam seluruh kegiatan Miss Universe 2025.
Rocha juga mengirim delegasi eksekutif dan pakar diplomasi ke Thailand untuk mengambil alih kendali acara.
“Kami mempercayakan penyelenggaraan ini kepada Miss Grand International, dan sayangnya kepercayaan itu dikhianati,” ujarnya.
Tak hanya itu, Miss Universe Singapura 2025, Annika Sager, turut menyuarakan pesan solidaritas di Instagram:
“Kita pantas berada di lingkungan yang menghargai suara perempuan. Kita berhak untuk dihormati, bukan direndahkan.”
Fatima Bosch: “Kalau Martabatmu Dilanggar, Tinggalkan.”
Melalui akun media sosialnya, Bosch menyebut ucapan Nawat sebagai “tidak sopan dan tidak pantas”.
“Saya percaya dunia perlu melihat ini. Jika sesuatu mengorbankan martabatmu, saatnya kamu melangkah pergi,” tulisnya.
Meski badai kontroversi belum reda, ajang Miss Universe 2025 tetap dijadwalkan berlangsung pada 21 November di Bangkok. Namun, insiden ini telah meninggalkan noda pada salah satu kontes kecantikan paling bergengsi di dunia, sekaligus mengingatkan bahwa kecantikan sejati bukan hanya soal penampilan, tapi juga rasa hormat dan kemanusiaan. (Z-10)
Ajang kecantikan Miss Universe bukan lagi sebatas menampilkan rupa yang menawan.
Direktur Miss Universe Thailand, Nawat Itsaragrisil, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka menyusul kontroversi yang melibatkan dirinya dalam ajang Miss Universe 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved