Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN udara terbaru yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai puluhan lainnya. Data tersebut disampaikan oleh badan pertahanan sipil Gaza pada Rabu (29/10). Peningkatan serangan ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas keamanan di kawasan yang sebelumnya mulai mereda setelah kesepakatan gencatan senjata diberlakukan.
“Sedikitnya 30 orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza. Tim kami masih berupaya mengevakuasi korban tewas dan terluka dari bawah reruntuhan bangunan,” ujar juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal.
Serangan tersebut terjadi setelah Israel meluncurkan sedikitnya tiga serangan udara ke wilayah Gaza meski ada kesepakatan gencatan senjata yang difasilitasi Amerika Serikat. Tindakan baru itu dilakukan setelah Israel menuduh Hamas melanggar gencatan senjata dengan menyerang pasukan pertahanan Israel (IDF). Namun, Hamas membantah tuduhan tersebut. Kelompok itu menegaskan tidak terlibat dalam insiden penembakan dan berkomitmen untuk tetap mematuhi gencatan senjata.(AFP/M-2)
Pengamat Timur Tengah Smith Alhadar menilai Israel terus mencari alasan untuk merusak kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas.
Setelah dua tahun perang mematikan di Jalur Gaza, secercah harapan perdamaian mulai terlihat. Hamas dan Israel Defense Forces menyepakati fase awal rencana damai 20 poin yang digagas Donald Trump, mencakup gencatan senjata, penarikan pasukan dari sebagian besar wilayah Gaza, serta pertukaran sandera dan tahanan. Dunia pun menatap Gaza dengan penuh harap: mungkinkah ini awal dari akhir perang?
Pengusaha memandang penting bagi pemerintah untuk menjaga rule of law, keamanan, dan komunikasi publik yang efektif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved