Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
SERANGAN udara Rusia yang mengguncang distrik Darnytskyi, Kyiv timur, Rabu (28/8), ternyata juga merusak kantor Delegasi Uni Eropa dan British Council yang berada di kawasan tersebut. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut dua rudal jatuh hanya berjarak 50 meter dari kantor perwakilan Uni Eropa dalam selang waktu 20 detik. Ia menegaskan serangan ini “pengingat suram bahwa Rusia tidak akan berhenti meneror Ukraina, bahkan dengan menargetkan misi diplomatik.”
Menurut militer Ukraina, Rusia melancarkan hampir 600 drone serta lebih dari 30 rudal balistik dan jelajah dalam serangan itu, gelombang terbesar sepanjang bulan ini.
Serangan memicu kecaman internasional. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menuding Presiden Vladimir Putin “merusak harapan perdamaian,” sementara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyebut aksi itu sebagai “pilihan sadar untuk meningkatkan eskalasi.” Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan Kremlin lebih memilih “rudal daripada meja perundingan” dan menyerukan paket sanksi baru terhadap Moskow.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menilai Rusia kembali menunjukkan “wajah aslinya,” sementara Dewan Eropa menyatakan “ngeri” melihat serangan yang turut menghantam kantor diplomatik. Uni Eropa dan Inggris telah memanggil perwakilan diplomatik Rusia sebagai bentuk protes resmi.
Selain menewaskan warga sipil, Rusia juga mengklaim berhasil menghantam kapal pengintai Ukraina di Sungai Danube, menewaskan satu awak dan melukai beberapa lainnya.
Di tengah eskalasi, von der Leyen mengumumkan Uni Eropa tengah menyiapkan paket sanksi ke-19 terhadap Rusia. Ia juga dijadwalkan mengunjungi tujuh negara anggota yang berbatasan dengan Rusia dan Belarus, termasuk Latvia, Finlandia, Estonia, Polandia, dan Lituania, dalam beberapa hari mendatang.
Zelensky menegaskan bahwa serangan ini adalah jawaban Rusia terhadap seruan internasional untuk gencatan senjata. Ia juga menyatakan akan membahas jaminan keamanan baru bersama delegasi Amerika Serikat dalam pertemuan di New York pada Jumat mendatang. (BBC/Z-2)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, terkait eskalasi serangan Moskow ke Ukraina.
Kepala Kebijakan Uni Eropa Keja Kallas menyatakan keprihatianan atas meningkatkan intensitas serangan Rusia terhadap Ukraina.
Presiden AS Donald Trump mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap serangan mematikan Rusia di Kyiv dan meminta Presiden Putin untuk menghentikan serangan tersebut.
Sumber-sumber di Ukraina mengindikasikan bahwa ribuan tentara telah dikerahkan untuk menyerbu Provinsi Kursk di Rusia.
Vladimir Putin telah menuntut agar Ukraina menyerahkan lebih banyak wilayah, menarik pasukan lebih jauh ke dalam negaranya sendir.
Serangan udara Rusia di Ukraina menewaskan sedikitnya 25 orang. Presiden AS Donald Trump beri Rusia tenggat hingga 8 Agustus setujui gencatan senjata.
Rusia luncurkan lebih dari 400 drone dan satu rudal jarak jauh ke empat wilayah di Ukraina.
SERANGAN intensif Rusia ke kota-kota Ukraina, termasuk Kyiv, berlangsung dengan ratusan rudal balistik. Presiden AS Donald Trump mengirimkan tambahan pertahanan udara ke Ukraina
Presiden Donald Trump didesak untuk mengambil langkah tegas terhadap Rusia dengan menjatuhkan sanksi, menyusul serangan terbaru negara tersebut ke Ukraina.
Pemerintah Rusia menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait serangan udara Rusia ke Ukraina. Menyebut komentar Trump sebagai beban emosional.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved