Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky berada dalam ketegangan setelah pasukan Rusia perlahan terus menyerang Ukraina di medan tempur, terutama di kawasan Donetsk. Sejumlah kota penting di wilayah itu kini berada dalam ancaman.
Dalam pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan kesiapan untuk membekukan garis depan di Zaporizhzhia dan Kherson, asalkan Kyiv bersedia mundur dari Donetsk dan Luhansk. Dua wilayah tersebut berada di jantung kawasan industri Donbas yang secara terbuka diklaim Moskow.
New York Times melaporkan bahwa Trump menyampaikan kepada para pemimpin Eropa bahwa pengakuan Ukraina atas Donbas sebagai bagian dari Rusia bisa membuka jalan menuju kesepakatan damai.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut bahwa Washington siap menjadi bagian dari jaminan keamanan bagi Ukraina.
Namun, Presiden Volodymyr Zelensky menolak keras tuntutan itu. Dia menegaskan usulan Trump terkait tukar-menukar wilayah melanggar konstitusi sekaligus kedaulatan negaranya. Meski demikian, Zelensky mengakui bahwa KTT ini sejauh ini lebih menguntungkan bagi Putin.
"Putin akan menang dalam hal ini. Dia butuh foto dengan Presiden Trump," katanya seperti dikutip CNBC Senin (18/8).
Sementara itu, sejumlah pemimpin Eropa berbondong-bondong menuju Washington untuk memberikan dukungan politik kepada Zelensky menjelang pertemuannya dengan Trump pada Senin (18/8).
Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menggelar pertemuan para sekutu sehari sebelumnya untuk memperkuat posisi Ukraina. Mereka mendorong jaminan keamanan yang lebih kuat, termasuk keterlibatan langsung Amerika Serikat.
Para pemimpin Eropa ingin menghindari pengulangan momen buruk pada Februari lalu, ketika pertemuan di Ruang Oval berakhir dengan teguran terbuka Trump dan Wakil Presiden JD Vance kepada Zelensky yang dianggap tidak berterima kasih.
Kali ini, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Finlandia Alexander Stubb yang dikenal dekat dengan Trump, serta Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni juga dijadwalkan hadir di Washington.
Dalam pernyataan bersama, Inggris, Prancis dan Jerman menegaskan kesiapan mengerahkan pasukan penjamin keamanan setelah pertempuran berhenti, membantu mengamankan udara dan laut Ukraina, serta meregenerasi angkatan bersenjatanya.
Namun, sejumlah negara Eropa tetap ragu untuk terlibat langsung secara militer, menunjukkan betapa rumitnya diskusi perdamaian bahkan di antara sekutu Kyiv.
Polandia menekankan bahwa gencatan senjata adalah langkah awal yang mutlak. "Anda tidak bisa berunding untuk perdamaian di bawah bom yang terus berjatuhan," pungkas Kementerian Luar Negeri Polandia. (CNBC/Fer/I-1)
ANCAMAN Donald Trump pada Sabtu (17/1) untuk mengenakan tarif pada delapan negara Eropa kecuali mereka mendukung rencananya untuk membeli Greenland mengejutkan banyak orang.
ANCAMAN perdagangan Trump terhadap pemerintah Eropa terkait Greenland meningkatkan kemungkinan bahwa pemerintah Eropa akan mengurangi kepemilikan aset AS mereka.
UNI Eropa mulai mempertimbangkan langkah balasan keras terhadap Amerika Serikat (AS) menyusul ancaman Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif tinggi dan tekanan terkait Greenland.
TAHAP selanjutnya dari rencana perdamaian Jalur Gaza, Palestina, yang disponsori Amerika Serikat (AS) melibatkan pembentukan Dewan Perdamaian.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa AS di bawah Donald Trump semakin agresif, menjauh dari sekutu, dan melanggar tatanan internasional.
Uni Eropa disebut-sebut tengah bersiap menghadapi kemungkinan konfrontasi langsung dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump termasuk opsi peningkatan kehadiran NATO.
Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan tidak akan menyerah pada tuntutan wilayah di Ukraina meski Donald Trump mendorong perdamaian.
Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan Ukraina harus menarik pasukan dari Donbas atau Rusia akan mengambil alih sepenuhnya.
Rusia dilaporkan makin mendekati penguasaan Pokrovsk, kota strategis di wilayah Donetsk, Ukraina.
Donald Trump menilai Ukraina tidak seharusnya memulai perang dengan Rusia karena ketimpangan kekuatan.
Presiden Zelensky menegaskan tidak akan menerima usulan Rusia serahkan wilayah Donbas demi gencatan senjata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved