Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG tsunami menerjang wilayah timur jauh Rusia pada Rabu (30/7) dan menyebabkan banjir di kota pelabuhan Severo-Kurilsk yang berpenduduk sekitar 2.000 jiwa. Tsunami terjadi setelah gempa di Rusia yang berkekuatan 8,8 manitudo. Kementerian Situasi Darurat Rusia mengonfirmasi seluruh penduduk telah dievakuasi dari daerah terdampak.
"Tsunami membanjiri sebagian wilayah kota pelabuhan Severo-Kurilsk. Penduduk telah dievakuasi," demikian pernyataan resmi dari kementerian tersebut.
Sebuah video yang beredar di media sosial Rusia menunjukkan sejumlah bangunan di kota itu terendam air laut yang memperlihatkan skala kerusakan yang terjadi akibat bencana tersebut.
Tsunami terjadi setelah gempa bumi kuat bermagnitudo 8,8 mengguncang lepas pantai Rusia bagian timur pada Rabu dini hari. Menurut laporan media pemerintah, sejumlah orang mengalami luka-luka akibat guncangan gempa.
“Meskipun ada pasien yang terluka akibat gempa, semua pasien saat ini dalam kondisi memuaskan. Tidak ada laporan cedera serius sejauh ini,” ujar Menteri Kesehatan Wilayah Kamchatka, Oleg Melnikov, seperti dikutip kantor berita TASS.
Menanggapi situasi darurat itu, Gubernur Wilayah Kamchatka Vladimir Solodov, mengimbau warga untuk tidak mendekati garis pantai menyusul peringatan tsunami yang dikeluarkan otoritas.
"Peringatan tsunami telah dikeluarkan, dan kekuatan gelombangnya sedang dipantau. Saya mendesak semua orang untuk menjauhi garis pantai di area rawan tsunami dan mengikuti pengumuman dari pengeras suara," tulis Solodov melalui saluran Telegram resminya. (AF/H-4)
HASIL monitoring yang telah dilakukan BMKG terkait dengan perjalanan tsunami dari sumbernya di Kamchatka, Rusia hingga menyebar ke Pasaran Pasifik sudah tercatat di beberapa lokasi, poin,
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah pesisir timur Kamchatka, Rusia, pada Sabtu (13/9/2025) pukul 09.37 WIB dan tak berdampak tsunami ke Indonesia
KONDISI air laut di sekitar Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, saat ini nampak tenang dan tidak ada gelombang yang cukup besar usai terjadinya gempa Rusia.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari meminta masyarakat untuk tidak meremehkan tsunami 50 cm akibat gempa Rusia karena tetap bisa membunuh.
BNPB setelah gempa dahsyat di Kamchatka, Rusia, Rabu (30/7) pagi, meminta masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Indonesia untuk evakuasi karena ada potensi tsunami
BNPB mengimbau kepada warga di lima provinsi Indonesia untuk menghindari wilayah pantai akibat gempa Rusia yang berpotensi tsunami dan bisa sampai ke wilayah Indonesia.
PEMERINTAH di wilayah kepulauan Pasifik, termasuk Guam dan Kepulauan Mariana Utara, tengah bersiap menghadapi dampak tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved