Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Utara mengecam rencana "Golden Dome" dari Presiden AS Donald Trump. Mereka mengatakan sistem pertahanan rudal sebagai ancaman yang "sangat berbahaya" dan bertujuan mempersenjatai luar angkasa, demikian dilaporkan media pemerintah, Selasa.
Kementerian Luar Negeri Pyongyang mengeluarkan sebuah memorandum yang menyebut sistem tersebut sebagai "inisiatif yang sangat berbahaya dan mengancam, yang ditujukan mengancam keamanan strategis negara-negara pemilik senjata nuklir," menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Trump mengumumkan rincian baru dan pendanaan awal untuk sistem pertahanan rudal tersebut pekan lalu, dengan menyebutnya sebagai hal yang "sangat penting bagi keberhasilan dan bahkan kelangsungan hidup negara kita."
Menurut para analis, inisiatif ini menghadapi tantangan teknis dan politik yang signifikan, serta berpotensi menelan biaya yang sangat besar.
Memorandum dari Korea Utara yang bersenjata nuklir itu menuduh Amerika Serikat "berambisi besar dalam langkah-langkah untuk memiliterisasi luar angkasa," demikian KCNA melaporkan.
"Rencana AS untuk membangun sistem pertahanan rudal baru adalah akar penyebab munculnya perlombaan senjata nuklir dan luar angkasa secara global, karena memicu kekhawatiran keamanan negara-negara pemilik senjata nuklir dan mengubah luar angkasa menjadi potensi medan perang nuklir," tambahnya.
Tiongkok juga menyatakan penolakan keras terhadap rencana tersebut, dengan menuduh Amerika Serikat telah merusak stabilitas global. (AFP/Z-2)
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Kim Jong-un pantau uji rudal hipersonik 1.000km di Laut Timur. Aksi ini respons atas krisis global & penguatan nuklir Pyongyang hadapi ancaman AS serta sekutu.
Korea Utara menyebut tindakan Washington tersebut sebagai bentuk pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan bukti nyata dari kebijakan hegemoni yang biadab.
Kim Jong-un meninjau industri pertahanan Korea Utara dan memerintahkan perluasan produksi rudal serta peluru kendali menjelang Kongres Partai tahun depan.
PERLOMBAAN senjata antara Korea Utara dan Korea Selatan kian mendalam ke bawah laut. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi pabrik kapal selam nuklir, Kamis (25/12).
KOREA Utara kembali memicu perhatian internasional setelah merilis foto-foto terbaru yang diklaim menampilkan kapal selam bertenaga nuklir pertamanya, Kamis (25/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved