Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak akan mendeportasi di Pangeran Harry, meski ada gugatan hukum yang mempertanyakan status imigrasi dan pengajuan visa Pangeran Harry di Negeri Paman Sam. Gugatan hukum itu diajukan Heritage Foundation yang khawatir atas potensi kegagalan sang pangeran dalam mengungkapkan penggunaan narkoba ilegal di masa lalu selama proses pengajuan visanya.
"Saya tidak ingin melakukan (deportasi) itu," kata Trump dalam wawancara dengan The New York Post pada hari Jumat (7/2/2025).
Trump menilai Duke of Sussex sudah memiliki masalah dengan Meghan Markle sehingga tidak perlu untuk dideportasi. "Saya akan membiarkannya sendiri. Ia sudah punya cukup banyak masalah dengan istrinya (Meghan Markle). Istrinya sangat buruk," imbuh Trump saat diwawancarai The New York Post dan dikutip Gulf News, Minggu (9/2/2025).
Duke dan Duchess of Sussex dari Kerajaan Inggris telah lama mengkritik Trump. Dalam pernyataan publik sebelumnya, Meghan Markle menyebut Trump memecah belah dan misoginis. Sebagai balasan Trump secara teratur mengejek Harry bahwa sang pangeran telah "dicambuk" oleh Meghan.
Saat diwawancarai The New York Post, Trump justru memanfaatkan kesempatan itu untuk mengungkapkan kekagumannya kepada kakak laki-laki Harry, Pangeran William. Trump menyebut Pangeran William sebagai seorang pemuda hebat. Keduanya pernah bertemu secara pribadi di Paris, Prancis, saat Katedral Notre-Dame dibuka kembali pada Desember 2024. Pertemuan itu sangat kontras karena malah bersitegang dengan Harry dan istrinya.
Sebagai informasi, gugatan Yayasan Heritage terhadap Departemen Keamanan Dalam Negeri telah mempertanyakan kejujuran Harry dalam permohonan visa AS, mengutip pengakuan Harry dalam otobiografi "Spare" tentang penggunaan narkoba di masa lalu, termasuk kokain, ganja, dan psikedelik.
Nile Gardiner dari Lembaga pemikir konservatif Heritage Foundation mengatakan, setiap orang yang mengajukan visa ke Amerika Serikat harus jujur dalam lamaran mereka. "Dan tidak jelas bahwa hal itu berlaku untuk Pangeran Harry," demikian pernyataan Gardiner seperti dilaporkan New York Post.
Heritage Foundation menduga Harry telah menerima perlakuan menguntungkan dari pemerintahan Joe Biden setelah ia dan Meghan pindah ke California pada 2020, menyusul kepergian mereka dari keluarga kerajaan Inggris (Megxit). (Fer/P-3)
Sejumlah anggota parlemen Inggris mengusulkan boikot Piala Dunia dan pembatalan kunjungan kenegaraan Raja Charles ke AS sebagai respons atas tindakan Donald Trump terkait Greenland.
Denmark menambah jumlah pasukan militer di Greenland menyusul ancaman tarif dari Donald Trump. NATO dan Uni Eropa tegaskan kedaulatan Denmark atas pulau tersebut.
Tiga kardinal AS mengeluarkan pernyataan bersama yang jarang terjadi, menyerukan kebijakan luar negeri bermoral dan menolak perang sebagai instrumen kepentingan nasional.
Presiden Prancis Emmanuel Macron resmi menolak undangan Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza. Apa alasan di baliknya?
Presiden Donald Trump mengaku menerima 'informasi buruk' terkait pengerahan pasukan Eropa ke Greenland.
Donald Trump mengklaim telah menghentikan 8 perang besar demi gelar Nobel Perdamaian. Benarkah?
DUKE of Sussex, Pangeran Harry mengatakan memaafkan dan ingin sekali berdamai dengan keluarga Kerajaan Inggris.
Pangeran Harry, Duke of Sussex, melakukan kunjungan mendadak ke Lviv, Ukraina, pada Kamis lalu untuk mengunjungi Superhumans Center—klinik rehabilitasi bagi korban perang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved