Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TUDUHAN pencurian dokumen rahasia negara terhadap mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump adalah langkah politik terhadap aksi mantan presiden itu untuk menyimpan kenang-kenangan dari masa jabatannya. Hal itu diungkapkan salah satu kuasa hukum Trump, Minggu (11/6), beberapa hari sebelum sidang di Pengadilan Florida.
Trump diganjar dengan 37 dakwaan, termasuk melanggar Undang-Undang Spionase, membuat pernyataan palsu, dan berkonspirasi menyembunyikan dokumen rahasia. Dakwaan kali ini merupakan yang paling berat yang pernah dihadapi mantan presiden AS itu.
Sidang Trump dijadwalkan akan digelar pada Selasa (13/6) di pengadilan Miami.
Baca juga: Donald Trump Didakwa Mencuri Dokumen Rahasia dan Mengancam Keamanan Nasional
Kuasa hukum Trump, Alina Habba, bersikeras kliennya tidak melakukan kesalahan dan tidak akan mengaku bersalah untuk meminimalkan hukuman yang berpeluang diterimanya.
"Dia tidak akan pernah mengaku bersalah karena dia tidak bersalah menjadikan dokumen rahasia itu menjadi tidak rahasia," klaim Habba.
"Dakwaan ini bermotif politik, upaya interfensi pemilu," lanjutnya.
Baca juga: Donald Trump Kecam Rezim Biden
Habba juga menyebut penolakan Trump untuk mengizinkan penegak hukum menggeledah kediamannya di Mar-a-Lago yang berujung pada penemuan sejumlah dokumen rahasia itu karena tidak suka barang-barang pribadinya dibongkar.
"Dia memiliki hak untuk menyimpan dokumen rahasia yang telah dia nyatakan tidak rahasia. Hal itu adalah kenang-kenangan dan dia berhak untuk menyimpannya," kata Habba.
Namun, Jaksa Agung yang bertugas di era Trump, Bill Barr, mengatakan matan bosnya itu terancam hukuman berat.
Barr juga menegaskan Trump bukanlah korban konspirasi politik, hal yang kerap disebut-sebut oleh mantan presiden itu.
"Pikirannya bahwa presiden memiliki hak dan otoritas untuk menyatakan sebuah dokumen adalah miliknya adalah hal yang tidak masuk akal," ungkap Barr.
Dia menambahkan, bahkan jika hanya sebagian dari dakwaan itu terbukti, Trump dipastikan tamat. "Dakwaan itu amat sangat buruk baginya." (AFP/Z-1)
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
Howard Lutnick mengakui pernah makan siang di pulau pribadi Jeffrey Epstein pada 2012 bersama keluarga, memicu desakan mundur akibat keterangan yang dinilai menyesatkan.
FBI merilis bukti baru berupa rekaman CCTV orang bersenjata di rumah Nancy Guthrie. Savannah Guthrie yakin ibunya masih hidup dan meminta bantuan publik.
Dokumen FBI terbaru mengungkap pengakuan mantan Kepala Polisi Palm Beach yang mengklaim Donald Trump meneleponnya pada 2006 untuk membongkar perilaku menyimpang Jeffrey Epstein.
Militer AS kembali meluncurkan serangan mematikan terhadap kapal terduga pengedar narkoba di Samudra Pasifik. Korban tewas dalam operasi ini mencapai 121 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved