Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Menlu Rusia Lakukan Pembicaraan dengan Para Pemimpin Junta di Mali

Ferdian Ananda Majni
07/2/2023 16:33
Menlu Rusia Lakukan Pembicaraan dengan Para Pemimpin Junta di Mali
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.(AFP)

MENTERI Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov melakukan pembicaraan dengan para pemimpin junta Mali untuk meminta bantuan dalam memerangi pemberontakan Islamis yang masih aktif meskipun telah bertempur selama bertahun-tahun.

Lavrov tiba di Mali pada hari Selasa pagi disambut oleh mitranya Abdoulaye Diop. Kedua orang tersebut tidak memberikan pernyataan apapun kepada para wartawan.

Baca juga: RI Mulai Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Turki

Kunjungan yang berlangsung kurang dari 24 jam ini merupakan kunjungan ketiganya ke Afrika sejak Juli lalu, sebagai bagian dari upaya untuk memperluas kehadiran Rusia di benua tersebut di tengah isolasi internasional yang luas setelah invasi Moskow ke Ukraina tahun lalu.

Sejak menguasai Mali dalam dua kudeta sejak Agustus 2020, junta militer yang dipimpin oleh Kolonel Assimi Goita telah menerima dukungan Rusia untuk membantu perjuangan anti-jihadisnya setelah mengusir pasukan mantan penguasa kolonial Prancis.

Beberapa pejabat Mali telah melakukan perjalanan ke Moskow, tetapi kunjungan Lavrov adalah pertama bertujuan memperkuat dinamika baru untuk kerja sama keamanan dan ekonomi antara kedua negara, demikian menurut kementerian luar negeri Mali.

Lavrov akan mengadakan pembicaraan pada hari Selasa dengan Goita, serta dengan Menteri Luar Negeri Diop, dan sebuah konferensi pers dijadwalkan setelahnya.

Mali telah menerima pesawat dan helikopter tempur dari Moskow serta beberapa ratus tentara Rusia yang digambarkan oleh para pemimpin Mali sebagai instruktur yang membantu memperkuat pertahanan dan kedaulatannya.

Para pejabat Barat dan beberapa kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa para pejuang tersebut sebenarnya adalah paramiliter dari kelompok Wagner, yang telah dituduh melakukan taktik brutal dan pelanggaran hak asasi manusia di tempat lain di Afrika.

Para pemimpin Mali telah mengklaim keberhasilan melawan kelompok Islamis yang telah menargetkan pemerintah selama satu dekade terakhir, sebuah krisis yang telah merenggut ribuan nyawa dan memaksa ratusan ribu orang mengungsi dari rumah mereka.

Namun para pengamat asing, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), meragukan klaim tersebut dan mencatat adanya serangan yang terus berlanjut di bagian utara dan timur laut negara itu.

Pada hari Senin, kepala hak asasi manusia PBB, Volker Turk mengecam pengusiran Mali terhadap perwakilan tertinggi badan hak asasi manusia tersebut pada akhir pekan lalu dan mengatakan bahwa pekerjaannya lebih penting dari sebelumnya.

Kunjungan Lavrov juga dilakukan di tengah ketidakpastian tentang apakah Goita akan mematuhi kesepakatannya untuk kembali ke pemerintahan sipil pada Maret 2024, terutama jika krisis keamanan terus berlanjut. (AFP/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya